faktakalbar

Membangun Pontianak: Harmoni Antara Alam dan Warga Menuju Pembangunan Hijau

Penulis: Redaksi Thursday, 02 October 2025 📖 3 menit
Membangun Pontianak: Harmoni Antara Alam dan Warga Menuju Pembangunan Hijau
Faktakalbar.id, PONTIANAK – Sungai Kapuas bukan sekadar aliran air, melainkan denyut nadi dan identitas Kota Pontianak. Kota ini lahir dan tumbuh bersama sungai, menjadikannya wajah utama kehidupan masyarakat. Hal tersebut diungkapkan oleh Wali Kota Pontianak , Edi Rusdi Kamtono, saat membuka acara Workshop Mendorong Aksi Kolaborasi untuk Mewujudkan Ketangguhan Sosial-ekologis dan Kebahagiaan Warga di Kawasan Tepian Sungai Kapuas. Baca Juga: Edi Kamtono: RPJMD Baru Jadi Dasar Pembangunan Pontianak Hingga 2030 "Dulu transportasi utama adalah sungai dan parit. Rumah panggung, pelabuhan, dan perdagangan semua bermula dari tepi sungai. Kini waktunya kita menjadikan Sungai Kapuas sebagai wajah kota," ujarnya, menekankan pentingnya mengembalikan fungsi sungai sebagai pusat kota. Edi juga menceritakan sejarah kota yang akrab dengan genangan air. Pada tahun 1970-an, 80% wilayah Pontianak masih berupa daerah genangan. "Kalau air pasang, masuk ke rumah panggung. Kalau surut, ya surut. Itu kehidupan sehari-hari. Setelah 1990-an kita mulai meninggikan halaman dan jalan, tapi persoalan genangan tetap ada," jelasnya. Sejak tahun 2000-an, Pemerintah Kota (Pemkot) mulai berupaya menata kawasan tepi sungai, namun ia mengakui tantangannya sangat besar. "Fondasi saja lebih mahal daripada bangunannya," kata Edi. Karena itu, penataan kawasan tepian sungai menjadi prioritas utama yang membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat, akademisi, dan komunitas sipil. Baca Juga: Gubernur Kalbar Ria Norsan Siap Dukung Pembangunan Pontianak Demi Tingkatkan IPM Edi menjelaskan, tantangan terbesar adalah menata kawasan yang sudah padat penduduk. "Waterfront Senghie sampai Kamboja memang memberi dampak ekonomi, tapi sebagian justru dinikmati pendatang. Tantangan kita menata permukiman tanpa menghilangkan karakter lokal masyarakat sungai," paparnya. Visi Pembangunan Hijau dan Inklusif Wali Kota Edi Kamtono menekankan bahwa visi pembangunan hijau Pontianak ke depan adalah kota yang ramah lingkungan, inklusif, dan maju tanpa mengorbankan alam. Visi ini tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029. "Inilah cita-cita bersama dalam RPJMD 2025–2029," tegasnya. Tahun 2026 akan menjadi momentum penting untuk mengonsolidasikan kebijakan pembangunan hijau, mulai dari regulasi infrastruktur ramah lingkungan, transportasi publik, energi baru terbarukan, hingga kebijakan resiliensi bencana. Meskipun menghadapi tantangan besar seperti urbanisasi, risiko banjir, dan terbatasnya ruang publik, Edi yakin Pontianak dapat mengatasinya dengan strategi yang tepat. "Tantangan besar menunggu: urbanisasi menekan lahan, iklim memicu risiko banjir, ruang terbuka publik semakin terbatas. Tapi dengan strategi tepat, Pontianak bisa menjawab itu semua," katanya. Sejumlah program konkret telah disiapkan untuk mencapai visi ini, di antaranya revitalisasi tepian Sungai Kapuas sebagai ruang publik, pembangunan TPA Terpadu Batu Layang untuk pengelolaan sampah modern, serta perbaikan sanitasi. Baca Juga: Edi Kamtono: Kebijakan Pembangunan Pontianak Untuk Kesejahteraan Masyarakat Selain itu, kualitas air Sungai Kapuas juga menjadi perhatian serius. "Kapuas adalah sumber utama air baku PDAM. Produksi air bersih di Pontianak lebih mahal dibanding daerah pegunungan di Jawa. Menjaga Kapuas berarti menjaga kehidupan," ujar Edi. Pemerintah Kota juga terus berupaya memeratakan akses air bersih, pendidikan, kesehatan, hingga perumahan. Program pendukung UMKM juga digiatkan melalui fasilitas Rumah Packaging gratis. "Pertumbuhan ekonomi berbasis jasa tidak boleh hanya dinikmati sebagian, tapi harus dirasakan semua warga," tambahnya. Partisipasi masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan visi pembangunan ini. "Kota ini bukan hanya dibangun pemerintah, tapi oleh semua," papar Edi. Musrenbang secara rutin melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk anak-anak, perempuan, pemuda, dan kelompok disabilitas. Baca Juga: HUT IAI ke-66 di Pontianak, Wali Kota Tekankan Peran Arsitek & Tantangan Pembangunan Kota Digitalisasi layanan publik pun terus dipacu untuk meningkatkan transparansi dan kecepatan. Edi mengajak seluruh warga untuk berkontribusi dengan menjaga alam. "Pontianak adalah rumah sekaligus sahabat bagi kita semua. Bersahabat dengan alam, bersahabat dengan warganya, dan bersahabat dengan masa depan," pungkasnya. (*Red/Kominfo/Prokopim)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK