Mempawah Dikepung 44 Titik Panas, Pemadaman Terkendala Akses Air
Faktakalbar.id - Petugas pemadam kebakaran memfokuskan penanganan kebakaran hutan dan lahan di Desa Sekabuk, Kecamatan Sadaniang, setelah BMKG mendeteksi 44 titik panas di Kabupaten Mempawah pada Jumat (21/8).
Faktakalbar.id - Petugas pemadam kebakaran memfokuskan penanganan kebakaran hutan dan lahan di Desa Sekabuk, Kecamatan Sadaniang, setelah BMKG mendeteksi 44 titik panas di Kabupaten Mempawah pada Jumat (21/8).
Sebanyak 44 titik panas tersebut tersebar di enam wilayah kecamatan yakni Sungai Kunyit, Mempawah Hilir, Mempawah Timur, Sadaniang, Sungai Pinyuh, dan Jongkat.
Tingkat kepercayaan sebaran titik panas di Mempawah terdiri dari 41 titik kategori menengah berpita kuning serta tiga titik kategori tinggi berpita merah.
Mulyadi mengonfirmasi bahwa tim gabungan saat ini memprioritaskan pemadaman api di kawasan pedalaman Desa Sekabuk agar kobaran tidak makin meluas.
“Hari ini, kami fokus dulu untuk penanganan karhutla di Desa Sekabuk, Kecamatan Sadaniang. Kita lakukan langkah penanggulangan secepat mungkin untuk mengantisipasi agar api tidak meluas,” ujarnya.
Proses pemadaman api di lapangan terkendala parah akibat minimnya ketersediaan sumber air di sekitar area pemukiman dan hutan.
Kemarau panjang yang melanda kawasan Kabupaten Mempawah membuat hampir seluruh ceruk dan sumber air warga mengalami kekeringan total.
“Hampir semua lokasi karhutla kendalanya tidak ada sumber air. Sehingga, kita harus mencari sumber air yang paling dekat dengan lokasi titik api,” sebutnya.
Selain krisis air bersih, sulitnya akses darat menuju lokasi kebakaran di tengah hutan menjadi penghambat pergerakan armada pemadam.
Akses jalan yang sempit membuat kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat menjangkau titik pusat kobaran api secara langsung.
Mulyadi mengingatkan masyarakat sekitar untuk bersama-sama mengawasi lingkungan dan menahan diri dari aktivitas pembakaran lahan.
“Kami menghimbau masyarakat agar turut berpartisipasi aktif menjaga dan mengawasi lingkungannya dari potensi karhutla. Masyarakat hendaknya tidak melakukan aktivitas pembakaran yang dapat memicu terjadinya karhutla,” pesannya.
Upaya penanggulangan darurat terus ditingkatkan demi mengamankan pemukiman warga dari ancaman perembetan api.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.