faktakalbar

Menelusuri Jejak Kolonial: 4 Bangunan Peninggalan Belanda di Pontianak yang Masih Kokoh dan Estetik

Penulis: Redaksi Wednesday, 21 January 2026 📖 2 menit
Menelusuri Jejak Kolonial: 4 Bangunan Peninggalan Belanda di Pontianak yang Masih Kokoh dan Estetik
Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Kota Pontianak tidak hanya dikenal dengan Tugu Khatulistiwa atau kemegahan Istana Kadriah dari Kesultanan Melayu. Di balik hiruk-pikuk kota yang membelah Sungai Kapuas ini, tersimpan jejak-jejak sejarah era kolonial Hindia Belanda yang masih berdiri kokoh hingga hari ini. Bagi kamu pecinta sejarah atau sekadar pemburu spot foto vintage , Pontianak menawarkan pesona arsitektur "Indische" yang unik. Bangunan-bangunan ini menjadi saksi bisu perkembangan kota dari masa ke masa. Baca Juga:  Besok Libur Isra Mikraj, Kenali Sejarah Perintah Salat Berikut adalah beberapa tempat dan bangunan peninggalan Belanda di Pontianak yang wajib kamu tahu: 1. Kantor Pos Lama Pontianak Terletak tidak jauh dari pelabuhan dan waterfront , Kantor Pos Pontianak adalah salah satu ikon arsitektur kolonial yang paling mudah dikenali. Dengan ciri khas jendela-jendela besar yang tinggi, ventilasi udara yang maksimal, serta dinding tebal yang kokoh, bangunan ini dirancang untuk menyesuaikan dengan iklim tropis Pontianak yang panas. Hingga kini, bangunan ini masih berfungsi dan terawat, memancarkan aura nostalgia bagi siapa saja yang melintas di depannya. 2. Gedung Korem 121/Alambhana Wanawai Bangunan yang kini difungsikan sebagai Markas Korem 121/ABW ini dulunya merupakan kediaman pejabat tinggi Belanda (Resident) di Pontianak. Terletak di kawasan strategis, bangunan ini memiliki gaya arsitektur Empire Style yang megah dengan pilar-pilar putih besar di bagian depannya. Halamannya yang luas dan struktur bangunan yang simetris menjadikannya salah satu cagar budaya terpenting di Pontianak. 3. Kawasan Jalan Jenderal Urip dan Teuku Umar Jika kamu ingin merasakan suasana "Pontianak Tempo Dulu", cobalah berjalan-jalan di kawasan Jalan Jenderal Urip Sumoharjo dan Teuku Umar. Di sini, terdapat deretan bangunan tua yang dulunya merupakan kawasan sekolah (seperti bekas Hollandsch-Inlandsche School) dan asrama militer. Arsitektur bangunan di kawasan ini sangat khas dengan atap limas yang tinggi dan halaman yang asri. Beberapa gedung sekolah tua di sini pun telah ditetapkan sebagai cagar budaya karena nilai sejarahnya yang tinggi dalam dunia pendidikan di Kalimantan Barat. 4. Gereja Katedral Santo Yosef (Arsitektur Lama) Meskipun Gereja Katedral Pontianak saat ini adalah bangunan baru yang sangat megah, sejarah tapak gereja ini tidak bisa dilepaskan dari misi penyebaran agama Katolik di era kolonial. Gereja Santo Yosef yang asli dibangun dengan gaya arsitektur Eropa klasik sebelum akhirnya direnovasi total. Namun, semangat dan nilai sejarah di kawasan ini tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari narasi sejarah Pontianak. Mengunjungi tempat-tempat ini bukan hanya soal berfoto ria, tetapi juga merawat ingatan kolektif kita tentang sejarah kota. Jadi, akhir pekan nanti sudah siap berwisata sejarah? Baca Juga:  Simbol Melawan Lupa: Mengenal Sejarah dan Makna di Balik Aksi Kamisan (Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK