Mengapa Kram Perut Saat Haid Sangat Menyiksa? Ini 4 Jawaban Ilmiahnya
Faktakalbar.id, LIFESTYLE -
Nyeri haid atau
dismenore
adalah keluhan yang sangat umum dialami banyak wanita setiap bulannya.
Rasa sakit ini bisa berkisar dari kram ringan yang mengganggu hingga nyeri hebat yang melumpuhkan aktivitas.
Meskipun sering dianggap "normal", penting untuk memahami apa sebenarnya yang menyebabkan rasa sakit tersebut.
Rasa nyeri ini tidak muncul tanpa sebab. Berikut adalah empat alasan utama kenapa datang bulan bisa terasa sakit:
Baca Juga:
Nyeri Datang Bulan? 7 Langkah Pertolongan Pertama yang Bisa Kamu Lakukan!
1. Kontraksi Rahim Akibat Prostaglandin
Ini adalah penyebab paling umum dari nyeri haid, yang dikenal sebagai dismenore primer.
Selama menstruasi, dinding rahim
berkontraksi
untuk membantu meluruhkan lapisannya (endometrium), yang kemudian keluar sebagai darah haid.
Proses kontraksi ini dipicu oleh senyawa kimia mirip hormon yang disebut prostaglandin.
Semakin tinggi kadar prostaglandin dalam tubuh, semakin kuat kontraksi rahim yang terjadi.
Kontraksi yang kuat ini menekan pembuluh darah di sekitarnya, memotong suplai oksigen ke otot rahim untuk sementara, dan inilah yang menimbulkan rasa sakit atau kram.
2. Endometriosis
Nyeri haid yang parah seringkali merupakan gejala dari dismenore sekunder, yang berarti ada kondisi medis lain yang mendasarinya.
Salah satu penyebab paling umum adalah endometriosis.
Endometriosis adalah suatu kondisi di mana jaringan yang
mirip
dengan lapisan rahim (endometrium) tumbuh di luar rahim, seperti di ovarium, saluran tuba, atau panggul.
Jaringan "salah tempat" ini tetap merespons hormon menstruasi. Ia ikut menebal dan luruh, tetapi darahnya terperangkap di dalam tubuh, menyebabkan peradangan, jaringan parut, dan nyeri hebat, terutama saat menstruasi.
3. Fibroid Rahim (Miom)
Fibroid atau miom adalah tumor (non-kanker) yang tumbuh di dalam atau di dinding otot rahim.
Tidak semua fibroid menyebabkan gejala, tetapi tergantung pada ukuran dan lokasinya, fibroid dapat menyebabkan menstruasi menjadi lebih berat dan lebih menyakitkan.
Fibroid dapat menekan dinding rahim atau menyebabkan rahim berkontraksi secara tidak normal.
Hal ini meningkatkan tekanan di dalam rahim dan memicu kram yang lebih intens dibandingkan nyeri haid biasa.
4. Adenomiosis
Adenomiosis adalah kondisi "sepupu" dari endometriosis.
Jika pada endometriosis jaringan rahim tumbuh
di luar
rahim, pada adenomiosis, jaringan endometrium justru tumbuh
ke dalam
dinding otot rahim (miometrium).
Jaringan yang terperangkap di dalam otot ini akan ikut luruh saat menstruasi, menyebabkan pembengkakan pada dinding rahim, pendarahan hebat, dan rasa nyeri yang tajam.
Rahim bisa menjadi lebih besar dan terasa lunak saat disentuh.
Baca Juga:
Fakta atau Mitos: Boleh Tidaknya Mandi Saat Demam?
(*Mira)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.