faktakalbar

Mengatasi Kantuk Usai Makan Siang: 3 Rahasia Memilih Menu yang Tepat

Penulis: Redaksi Tuesday, 16 September 2025 📖 1 menit
Mengatasi Kantuk Usai Makan Siang: 3 Rahasia Memilih Menu yang Tepat
FaktaKalbar.id, LIFESTYLE - Banyak dari kita pasti pernah mengalaminya. Setelah menikmati makan siang yang lezat, mata terasa berat, konsentrasi buyar, dan rasa kantuk tak tertahankan. Baca Juga:  Berapa Tarif Listrik PLN per kWh? Cek Rincian Lengkapnya untuk Semua Golongan Kondisi ini, sering disebut sebagai food coma atau post-lunch dip , bukan tanpa alasan. Apa yang kita makan memiliki peran besar dalam memengaruhi energi dan kewaspadaan kita. Untuk menghindari kondisi tersebut, cobalah memilih menu makan siang yang lebih seimbang. Kuncinya adalah kombinasi protein, serat, dan karbohidrat kompleks. Berikut adalah panduan memilih menu makan siang yang tepat agar tetap produktif: 1. Pilih Protein dan Serat: Makanan kaya protein seperti dada ayam, ikan, tahu, atau tempe akan dicerna lebih lambat. Protein dan serat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil, memberikan energi berkelanjutan, dan membuat Anda kenyang lebih lama. 2. Ganti Karbohidrat Sederhana: Daripada nasi putih atau roti tawar, pilih sumber karbohidrat kompleks seperti nasi merah, ubi jalar, atau quinoa . Karbohidrat ini melepaskan energi secara bertahap, sehingga tidak menyebabkan efek sugar crash yang memicu rasa kantuk. 3. Hindari Porsi Berlebihan dan Gula: Hindari porsi makan yang terlalu besar. Makan dalam porsi kecil namun sering lebih baik daripada makan sekali dengan porsi besar. Jauhi juga minuman manis, kue, atau makanan penutup tinggi gula karena dapat menyebabkan lonjakan energi sesaat, yang diikuti oleh penurunan drastis dan rasa kantuk yang parah. Baca Juga :  Tarif Listrik PLN Dipastikan Stabil, Tinjau Kembali Kebijakan Pemerintah untuk Dorong Ekonomi Nasional (*Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK