Mengatasi Serangan Panik: 5 Cara Cepat untuk Kembali Tenang
Faktakalbar.id, LIFESTYLE -
Serangan panik atau
panic attack
bisa menjadi salah satu pengalaman paling menakutkan.
Secara tiba-tiba, jantung berdebar kencang, napas menjadi pendek, kepala pusing, dan perasaan teror yang intens mengambil alih.
Rasanya seolah-olah Anda kehilangan kendali, menjadi gila, atau bahkan sedang mengalami serangan jantung.
Meskipun terasa sangat berbahaya, penting untuk diingat bahwa serangan panik pada dasarnya tidak mengancam jiwa.
Baca Juga:
Memahami Pemicunya: 4 Alasan Umum Mengapa Serangan Panik Terjadi
Itu adalah respons "lawan atau lari" (
fight or flight
) dari tubuh Anda yang terpicu secara
ekstrem
dan keliru.
Kabar baiknya, Anda tidak sepenuhnya tidak berdaya.
Ada teknik-teknik yang terbukti efektif untuk membantu Anda mengambil kembali kendali dan meredakan gejala saat serangan itu melanda.
Berikut adalah lima cara yang bisa Anda lakukan.
1. Atur Ulang Pernapasan Anda
Saat panik, napas kita otomatis menjadi cepat dan pendek (hiperventilasi), yang justru memperburuk gejala pusing dan sesak napas.
Untuk mengatasinya, Anda harus sengaja memperlambat pernapasan.
Coba teknik 4-7-8: tarik napas perlahan melalui hidung selama 4 hitungan, tahan napas selama 7 hitungan, lalu embuskan perlahan melalui mulut selama 8 hitungan.
Ulangi siklus ini beberapa kali.
Fokus pada hitungan dan pernapasan perut (diafragma) akan mengirim sinyal ke otak Anda bahwa semua aman dan tidak ada bahaya.
2. Gunakan Teknik Grounding "5-4-3-2-1"
Serangan panik sering kali membuat Anda merasa terlepas dari kenyataan atau lingkungan sekitar.
Teknik
grounding
bertujuan untuk menarik kesadaran Anda kembali ke masa kini dan membumi.
Gunakan panca indra Anda untuk mengidentifikasi: lima benda yang bisa Anda lihat (misalnya, gagang pintu, lampu meja), empat hal yang bisa Anda rasakan teksturnya (misalnya, kain celana, permukaan meja yang halus), tiga suara yang bisa Anda dengar (misalnya, detak jam, suara kipas), dua bau yang bisa Anda cium (misalnya, aroma kopi, parfum), dan satu rasa yang bisa Anda kecap (misalnya, sisa rasa pasta gigi).
Menyebutkannya satu per satu akan memfokuskan kembali pikiran Anda.
3. Akui dan Terima (Jangan Melawannya)
Insting pertama saat panik adalah melawannya, namun ini sering memperburuk keadaan. Alih-alih melawan, cobalah untuk menerima apa yang sedang terjadi.
Katakan pada diri sendiri, "Saya sedang mengalami serangan panik. Rasanya tidak nyaman, tapi saya tahu ini tidak berbahaya dan akan berlalu."
Dengan mengizinkan sensasi itu ada tanpa melawannya, Anda menghilangkan unsur "takut akan rasa takut" itu sendiri.
Ingatkan diri Anda bahwa semua sensasi fisik yang intens ini bersifat sementara dan pasti akan mereda.
4. Alihkan Fokus ke Satu Objek Spesifik
Teknik ini membantu memecah siklus pikiran yang berpacu dan terfokus pada ketakutan internal.
Alihkan perhatian Anda ke sesuatu yang netral di luar diri Anda.
Pilih satu objek di dekat Anda, misalnya jam tangan atau pulpen.
Perhatikan setiap detail kecilnya: Bagaimana pantulan cahaya di permukaannya?
Seperti apa bentuk angka-angkanya?
Apakah ada goresan kecil?
Apa warna pastinya?
Fokuskan seluruh perhatian Anda untuk mendeskripsikan objek itu sedetail mungkin dalam pikiran Anda seolah-olah Anda baru pertama kali melihatnya.
5. Pahami Apa Langkah Selanjutnya (Setelah Panik Reda)
Mengatasi serangan saat terjadi memang penting, tetapi mencegahnya terulang adalah langkah berikutnya.
Jika Anda sering mengalaminya, sangat penting untuk mencari bantuan profesional.
Setelah tenang, coba kenali apa pemicunya, apakah stres berat, kurang tidur, atau terlalu banyak kafein.
Memahami apa itu serangan panik secara biologis juga dapat mengurangi rasa takut saat terjadi lagi.
Jangan ragu mencari bantuan, karena terapi seperti Terapi Perilaku Kognitif (CBT) sangat efektif untuk mengatasi gangguan panik.
Baca Juga:
Lagi OVT Saat Hujan? Ini 5 Rekomendasi Lagu Hindia yang Bikin Hati Tenang
(*Mira)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.