Mengenal Asal Muasal Sandwich Generation: Sejarah di Balik Istilah Generasi Terhimpit
Faktakalbar.id, LIFESTYLE -
Istilah
sandwich generation
atau generasi
sandwich
kini semakin sering terdengar di media sosial maupun percakapan sehari-hari.
Fenomena ini menggambarkan kondisi seseorang yang terjepit di antara dua beban
finansial
dan emosional secara bersamaan: merawat orang tua yang menua sekaligus membesarkan anak-anak mereka sendiri.
Namun, tahukah Anda dari mana istilah ini berasal? Mengapa posisi ini diibaratkan seperti setangkup roti lapis yang menekan isian di tengahnya?
Sejarah Istilah Sandwich Generation
Baca Juga:
Lawan Gaya Hidup “BPJS”, BEI Kalbar Ajak Masyarakat Melek Finansial Lewat IDX Mobile
Istilah ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1981 oleh Dorothy Miller, seorang pekerja sosial.
Miller menggunakan analogi ini untuk menggambarkan para wanita dalam rentang usia 30 hingga 40 tahun yang merasa "terhimpit".
Pada masa itu, Miller mengamati adanya pergeseran sosiologis di mana banyak wanita mulai bekerja di luar rumah, namun tetap memikul tanggung jawab utama sebagai pengasuh (
caregiver
) bagi anak-anak yang masih kecil dan orang tua yang mulai sakit-sakitan.
Mengapa Fenomena Ini Semakin Meluas?
Sejak pertama kali dicetuskan, fenomena generasi
sandwich
justru semakin relevan di era modern karena beberapa faktor utama:
Peningkatan Angka Harapan Hidup:
Kemajuan medis membuat orang tua hidup lebih lama, namun sering kali dengan kondisi kesehatan yang membutuhkan biaya besar.
Menikah di Usia Matang:
Tren menikah di usia yang lebih tua membuat seseorang memiliki anak kecil saat orang tua mereka sudah memasuki usia lanjut yang sangat renta.
Kemandirian Finansial yang Melambat:
Anak-anak di era sekarang cenderung tinggal bersama orang tua lebih lama karena biaya hidup dan harga properti yang semakin tinggi.
Dampak Psikologis dan Finansial
Menjadi bagian dari generasi ini bukanlah hal yang mudah. Secara finansial, mereka harus membagi pendapatan untuk biaya pendidikan anak, kebutuhan rumah tangga, dan biaya pengobatan orang tua.
Secara emosional, mereka sering kali mengalami
burnout
karena kekurangan waktu untuk diri sendiri (
self-care
).
Meskipun istilah ini sudah ada sejak empat dekade lalu, tantangan yang dihadapi generasi
sandwich
saat ini jauh lebih kompleks.
Memahami asal-usulnya membantu kita menyadari bahwa fenomena ini adalah masalah sistemik, bukan sekadar ketidakmampuan individu dalam mengelola keuangan.
Baca Juga:
5 Tips Bahagia dan Merasa Cukup secara Finansial di Tengah Tuntutan Gaya Hidup
(Mira)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.