faktakalbar

Mengenal Fenomena Balas Dendam Waktu Tidur yang Memicu Insomnia

Penulis: Redaksi Saturday, 28 February 2026 📖 2 menit
Mengenal Fenomena Balas Dendam Waktu Tidur yang Memicu Insomnia
Faktakalbar.id, LIFESTYLE - Insomnia tidak selalu berasal dari gangguan medis atau kondisi fisik yang lemah. Gangguan tidur ini sering muncul dari pola perilaku psikologis bernama revenge bedtime procrastination  atau perilaku menunda tidur sebagai bentuk balas dendam. Fenomena ini merujuk pada keputusan sadar seseorang untuk menunda jam tidur demi melakukan aktivitas hiburan yang tidak sempat mereka nikmati di siang hari akibat kesibukan kerja yang luar biasa. Individu dengan jadwal harian sangat padat memiliki kerentanan tinggi terhadap kebiasaan ini. Mereka menganggap malam hari sebagai momen untuk memegang kendali penuh atas waktu pribadi. Baca Juga:  Sulit Tidur? Ini 4 Kartun Menyenangkan yang Bisa Menemani Insomnia Anda Alih-alih mengistirahatkan tubuh, mereka menghabiskan waktu berjam-jam untuk menonton tayangan digital, bermain media sosial, atau membaca buku hingga dini hari. Mekanisme Psikologis Penundaan Tidur Penderita fenomena ini memahami dampak buruk dari kurang tidur bagi kesehatan mereka. Namun, rasa frustrasi karena kehilangan waktu pribadi di siang hari mendorong otak untuk mencari kompensasi instan pada malam hari. Perilaku ini menciptakan siklus insomnia yang menetap karena tubuh kehilangan ritme sirkadian atau circadian rhythm yang stabil. Kekurangan waktu luang di siang hari menyebabkan seseorang merasa memiliki hak untuk tetap terjaga saat orang lain sudah terlelap. Aktivitas tersebut memberikan kepuasan psikologis sementara meski fisik mengalami kelelahan. Hormon dopamin yang muncul dari aktivitas hiburan di malam hari membuat otak tetap waspada dan menghambat produksi melatonin yang memicu rasa kantuk. Dampak Jangka Panjang bagi Kesehatan Kebiasaan menunda tidur secara sengaja merusak kualitas kesehatan mental dan fisik secara sistematis. Tubuh yang tidak mendapatkan fase istirahat optimal mengalami penurunan daya tahan serta gangguan fokus di pagi hari. Paparan cahaya biru atau blue light dari layar gawai selama proses menunda tidur ini memperparah tingkat insomnia. Langkah mengatasi kondisi ini melibatkan perubahan manajemen waktu di siang hari dan ketegasan dalam menyusun jadwal relaksasi atau bedtime routine . Baca Juga:  Playlist Santai: 5 Lagu Bahasa Inggris Terbaik untuk Mengusir Insomnia Menciptakan batasan yang jelas antara waktu kerja dan waktu pribadi membantu otak agar tidak mencari waktu tambahan di malam hari. Pengaturan suhu ruangan yang sejuk serta menjauhkan perangkat elektronik satu jam sebelum tidur menjadi langkah efektif untuk memutus rantai perilaku tersebut. (*Sr)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK