faktakalbar

Mengenal Gunung Bawang: Pesona Gunung Sakral yang Menjadi Saksi Bisu Tragedi Sambaran Petir

Penulis: Redaksi Thursday, 07 August 2025 📖 2 menit
Mengenal Gunung Bawang: Pesona Gunung Sakral yang Menjadi Saksi Bisu Tragedi Sambaran Petir
faktakalbar.id, BENGKAYANG - Gunung Bawang di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, yang dikenal sebagai destinasi sakral dan favorit para pendaki, menjadi lokasi duka. Suasana alam yang indah berubah menjadi mencekam setelah insiden sambaran petir menimpa rombongan pendaki pada Sabtu (2/8/2025) pagi. Peristiwa nahas ini merenggut nyawa seorang pendaki berinisial AB (22), yang meninggal dunia di lokasi kejadian. Baca Juga: Petir Renggut Nyawa Pendaki di Gunung Bawang Sementara itu, enam rekannya J (25), E (20), FA (24), SAA (21), YSK (18), dan SA (21) berhasil selamat meski mengalami luka bakar ringan hingga sedang. Insiden ini kembali menyorot pentingnya kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem saat melakukan aktivitas di alam terbuka. Berikut adalah kronologi lengkap dan profil Gunung Bawang yang memiliki nilai spiritual tinggi bagi masyarakat setempat. Kronologi Tragedi Sambaran Petir Insiden tragis ini terjadi di puncak Gunung Bawang, Kecamatan Sungai Betung, sekitar pukul 06.00 WIB. Tujuh pendaki yang telah memulai perjalanan sehari sebelumnya sedang beristirahat di dalam tenda saat hujan deras disertai petir menyambar kawasan perkemahan mereka. Kapolres Bengkayang AKBP Syahirul Awab melalui Kasat Samapta Polres Bengkayang IPTU Dwiyanto Bhanu Susilo mengonfirmasi detail kejadian. Informasi awal mengenai tragedi sambaran petir di Gunung Bawang ini diterima dari salah satu korban yang berhasil mengirimkan pesan suara melalui aplikasi WhatsApp. "Korban tewas berinisial AB (22), warga asal Ketapang, yang meninggal di lokasi setelah tersambar petir saat berkemah di puncak gunung." jelas AKBP Syahirul . Menindaklanjuti laporan tersebut, tim evakuasi gabungan yang terdiri dari Polres Bengkayang dan warga Dusun Sengkabang segera bergerak menuju puncak. Proses evakuasi berlangsung dramatis akibat medan yang terjal dan cuaca yang belum sepenuhnya membaik. Baca Juga: Warga Sebangun Pingsan Tersambar Percikan Petir Saat Panen Padi Selain tujuh korban utama, tiga pendaki lain yang turun untuk mencari bantuan juga dilaporkan sempat tersesat sebelum akhirnya ditemukan selamat oleh warga Dusun Madi, Kecamatan Lumar. “Kami mengimbau kepada para pendaki agar selalu memantau kondisi cuaca, membawa perlengkapan keselamatan, serta melapor kepada perangkat desa atau kepolisian sebelum melakukan pendakian.” imbau AKBP Syahirul. Pesona dan Spiritualitas Gunung Bawang Di balik tragedi sambaran petir di Gunung Bawang, gunung ini merupakan salah satu ikon alam dan budaya di Kalimantan Barat. Terletak sekitar 184 kilometer dari Kota Pontianak, wilayahnya mencakup empat kecamatan: Lembah Bawang, Lumar, Sungai Betung, dan Tiga Berkat. Gunung Bawang memiliki empat puncak runcing dengan ketinggian di atas 1.000 Mdpl. Puncak tertingginya, Puncak Bawang Raya, mencapai 1.490 Mdpl. Bagi para pendaki, gunung ini menawarkan tiga jalur pendakian dengan waktu tempuh relatif singkat, sekitar 7-8 jam. Jalur Desa Suka Bangun di Kecamatan Sungai Betung menjadi rute favorit karena aksesnya yang lebih mudah. Baca Juga: Cuaca Ekstrem di Kalimantan Barat Masih Berpotensi Berlanjut Nama "Bawang" sendiri berasal dari bentuknya yang berlapis-lapis, yang menurut kepercayaan masyarakat adat Dayak, terdiri dari tujuh lapisan. Gunung ini dianggap sebagai tempat suci dan keramat, khususnya bagi Suku Dayak Bengkayang, Kanayatn, dan Lara. Mereka meyakini bahwa leluhur mereka, Jubata (makhluk suci), pertama kali turun ke dunia dan menetap di Gunung Bawang. Hingga kini, berbagai ritual adat masih sering digelar di kaki gunung sebagai bentuk penghormatan. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK