faktakalbar

Mengenal Henry Panjaitan, Wakil Direktur Utama Baru Bank Mandiri: Dari Karier Cemerlang hingga Harta Rp53 Miliar

Penulis: Redaksi Wednesday, 06 August 2025 📖 2 menit
Mengenal Henry Panjaitan, Wakil Direktur Utama Baru Bank Mandiri: Dari Karier Cemerlang hingga Harta Rp53 Miliar
Faktakalbar.id, NASIONAL - Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. telah resmi menunjuk Henry Panjaitan untuk menduduki posisi strategis sebagai Wakil Direktur Utama. Keputusan ini diumumkan setelah Henry menggantikan Riduan, yang pada hari yang sama diangkat menjadi Direktur Utama Bank Mandiri. Pergantian jajaran direksi ini merupakan langkah strategis yang diambil perseroan untuk memperkuat fondasi bisnis di masa depan. Baca Juga: Waspada! PPATK Akan Blokir Rekening Bank Tidak Aktif, Simak Cara Mengatasinya Corporate Secretary Bank Mandiri, M. Ashidiq Iswara, memberikan penjelasan mengenai tujuan di balik penyesuaian ini. "Penyesuaian susunan pengurus merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan. Untuk memperkuat struktur organisasi, meningkatkan sinergi antarfungsi, serta mempercepat pengambilan keputusan strategis guna mendukung transformasi bisnis dan berkontribusi pada penguatan ekonomi berbasis kerakyatan." ujar Ashidiq Iswara dalam keterangan resminya, Senin, (4/8/2025). Lalu, siapakah sosok di balik jabatan strategis ini? Berikut adalah profil Henry Panjaitan secara lengkap, mulai dari rekam jejak karier hingga total harta kekayaannya. Baca Juga: Bank Syariah Matahari Resmi Beroperasi, Anwar Abbas Ajak Seluruh Elemen Muhammadiyah Dukung Profil dan Jejak Karier Henry Panjaitan Henry Panjaitan, lahir di Jakarta pada 7 Juli 1969, memiliki latar belakang pendidikan yang kuat di bidang manajemen dan perbankan. Ia berhasil meraih gelar Sarjana (S1) Manajemen dari Universitas Padjadjaran (Unpad) pada tahun 1991. Tidak berhenti di situ, Henry melanjutkan pendidikannya ke jenjang magister. Ia memperoleh gelar Master (S2) di bidang Perbankan dari University of New South Wales (USW), Inggris pada tahun 2002, dan setahun setelahnya, ia kembali meraih gelar S2 di bidang Manajemen Keuangan dari Universitas Indonesia (UI) pada 2003. Kariernya di dunia perbankan sangat panjang, terutama di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI). Beberapa posisi penting yang pernah diembannya antara lain: Pengelola Advisory & Sekuritas Divisi Investasi & Jasa Keuangan (2003-2004) Relationship Manager Divisi Korporasi (2006-2007) Deputy General Manager BNI Kantor Hong Kong (2009-2010) General Manager BNI Kantor Hong Kong (2010-2015) Direktur Treasury dan International (2020-2022) Sebelum bergabung dengan Bank Mandiri, pada 27 Oktober 2022, Henry diamanahi jabatan sebagai Direktur Bisnis Penjaminan di PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), sesuai dengan Keputusan Menteri BUMN. Baca Juga: Profil Eddy Suratman: Dari Ekonom Hingga Jabat Komisaris Utama Bank Kalbar Total Harta Kekayaan Berdasarkan LHKPN Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara elektronik (e-LHKPN) yang dilaporkan pada 19 Maret 2025 untuk periode 2024, kekayaan Henry Panjaitan tercatat mencapai Rp 53.776.010.732. Berikut adalah rincian harta kekayaan yang dimilikinya: Tanah dan Bangunan: Rp 29.829.375.000 Alat Transportasi dan Mesin: Rp 4.875.000.090 Harta Bergerak Lainnya: Rp 355.000.000 Surat Berharga: Rp 10.104.364.678 Kas dan Setara Kas: Rp 10.612.270.964 Utang: Rp 2.000.000.000 Aset propertinya terdiri dari empat bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Jakarta Selatan, Tabanan, dan Gianyar. Baca Juga: Wakil Menteri Rangkap Komisaris BUMN, Ini Daftar Lengkapnya Sementara itu, koleksi kendaraannya mencakup delapan unit, termasuk mobil mewah seperti Jeep Wrangler, Mercedes Benz E250, serta motor gede BMW R90T dan Harley Davidson Fatboy yang seluruhnya diklaim berasal dari hasil sendiri. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK