faktakalbar

Mengenal Lebih Dekat, Ini 4 Fakta Menarik Seputar Puasa Pra Paskah Umat Katolik

Penulis: Redaksi Thursday, 19 February 2026 📖 2 menit
Mengenal Lebih Dekat, Ini 4 Fakta Menarik Seputar Puasa Pra Paskah Umat Katolik
Faktakalbar.id, LIFESTYLE - Bagi umat Katolik , hari ini menandai dimulainya masa yang sangat sakral. Suasana hening dan penuh permenungan mulai terasa kental. Masa Pra Paskah bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sebuah perjalanan batin untuk kembali mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Sama halnya dengan saudara-saudara dari iman lain yang mengenal konsep menahan diri, puasa dalam tradisi Katolik juga memiliki esensi pembersihan hati dan pengendalian ego. Semuanya bermuara pada ketulusan dan kerinduan untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Baca Juga:  Bukan Sekadar Tanda Salib di Dahi, Ini 4 Fakta Menarik Rabu Abu bagi Umat Katolik Berikut adalah 4 fakta menarik tentang puasa Pra Paskah yang penuh makna: 1. Uniknya Konsep "Puasa" dan "Pantang" Dalam tradisi Katolik, istilah puasa dan pantang memiliki definisi teknis yang berbeda namun saling melengkapi. "Puasa" berarti makan kenyang hanya satu kali dalam sehari, yang diwajibkan bagi mereka yang berusia 18 hingga 59 tahun. Sedangkan "Pantang" adalah menghindari daging atau hal-hal yang sangat disukai (seperti rokok, snack , atau gawai) yang berlaku bagi usia 14 tahun ke atas. Tujuannya bukan untuk menyiksa tubuh, melainkan melatih kehendak agar tidak diperbudak oleh keinginan duniawi. 2. Simbolisme Angka 40 Hari Masa Pra Paskah berlangsung selama 40 hari (tidak menghitung hari Minggu) sebelum Hari Raya Paskah. Angka ini bukan dipilih secara acak, melainkan memiliki makna biblis yang mendalam. Angka 40 melambangkan masa persiapan, ujian, dan pemurnian, seperti kisah Nabi Musa yang berpuasa 40 hari di Gunung Sinai atau Yesus yang berpuasa 40 hari di padang gurun. Ini adalah waktu "retret agung" bagi umat untuk menata kembali hidup rohaninya. 3. Dimulai dengan Tanda Abu di Dahi Masa ini selalu diawali dengan hari Rabu Abu ( Ash Wednesday ). Pada hari ini, umat menerima olesan abu berbentuk salib di dahi. Abu ini berasal dari pembakaran daun palem yang diberkati pada tahun sebelumnya. Simbol ini menjadi pengingat yang sangat humble akan kefanaan manusia: "Ingatlah bahwa engkau adalah debu dan akan kembali menjadi debu." Ini mengajarkan kita untuk tetap rendah hati di hadapan Tuhan dan sesama. 4. Bukan Sekadar Menahan Lapar, Tapi Berbagi Esensi puasa Pra Paskah tidak berhenti pada perut yang lapar. Umat diajak untuk menyisihkan uang belanja yang "dihemat" karena berpuasa, untuk kemudian disumbangkan kepada mereka yang membutuhkan. Gerakan ini sering disebut Aksi Puasa Pembangunan (APP). Jadi, puasa memiliki dampak sosial yang nyata: solidaritas terhadap mereka yang miskin dan menderita. Masa Pra Paskah adalah undangan terbuka bagi setiap hati untuk hening sejenak dari hiruk-pikuk dunia, memeriksa batin, dan memperbaharui cinta kasih. Selamat menjalani masa pertobatan dengan penuh sukacita. Baca Juga:  Saat Puasa Ramadan dan Pra Paskah Berjalan Beriringan dalam Harmoni (Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK