Mengenal Orthosomnia: Gangguan Tidur Akibat Obsesi Data Smartwatch
Faktakalbar.id, LIFESTYLE -
Kemajuan teknologi perangkat pelacak kesehatan atau
smartwatch
melahirkan jenis gangguan tidur baru yang para pakar sebut sebagai
orthosomnia
.
Kondisi ini terjadi ketika seseorang merasa cemas dan terobsesi secara berlebihan untuk mencapai skor tidur sempurna pada aplikas
i kesehatan
mereka.
Alih-alih mendapatkan istirahat berkualitas, kecemasan terhadap angka dan grafik di layar perangkat justru memicu insomnia kronis.
Baca Juga:
Mengenal Fenomena Balas Dendam Waktu Tidur yang Memicu Insomnia
Pengguna pelacak tidur sering merasa tertekan saat melihat data yang menunjukkan kualitas tidur rendah atau fase tidur dalam (
deep sleep
) yang tidak mencukupi.
Kecemasan ini memicu otak untuk tetap berada dalam kondisi waspada, yang secara biologis berlawanan dengan kondisi tubuh saat akan terlelap. Tubuh melepaskan hormon kortisol yang membuat detak jantung meningkat dan mata sulit terpejam.
Ketergantungan pada Algoritma Perangkat
Penderita
orthosomnia
cenderung mengabaikan perasaan tubuh mereka yang sebenarnya dan lebih memercayai algoritma perangkat. Banyak individu merasa sangat lelah di pagi hari meskipun aplikasi menyatakan tidur mereka berkualitas tinggi.
Sebaliknya, mereka bisa merasa stres sepanjang hari hanya karena perangkat menunjukkan data tidur yang buruk, meskipun fisik mereka merasa segar.
Obsesi pada akurasi perangkat ini menciptakan siklus stres yang memperparah gangguan tidur jangka panjang. Para peneliti menemukan bahwa informasi dari pelacak tidur sering kali tidak akurat dalam membedakan antara fase tidur ringan dan kondisi terjaga namun tenang.
Hal ini memberikan informasi yang salah kepada pengguna dan meningkatkan beban pikiran sebelum tidur.
Cara Memutus Siklus Orthosomnia
Langkah utama untuk mengatasi
orthosomnia
adalah dengan melepaskan ketergantungan pada data digital setiap malam. Pakar kesehatan menyarankan pengguna untuk berhenti memakai perangkat pelacak tidur jika alat tersebut mulai menimbulkan kecemasan atau
anxiety
.
Fokus utama harus kembali pada pemahaman terhadap sinyal alami tubuh seperti rasa kantuk dan kesegaran fisik saat bangun pagi.
Baca Juga:
Jangan Sepelekan! Ini Bahaya Tidur di Atas Jam 10 Malam bagi Kesehatan Tubuh
Membatasi pemeriksaan aplikasi kesehatan hanya pada waktu tertentu dapat mengurangi tekanan psikologis. Guru atau pekerja yang menggunakan teknologi ini perlu menyadari bahwa jam tidur manusia bersifat fluktuatif dan tidak selalu mengikuti pola grafik yang kaku.
Mengutamakan kenyamanan tempat tidur dan rutinitas relaksasi tanpa gangguan perangkat elektronik tetap menjadi solusi terbaik untuk mendapatkan tidur yang berkualitas.
(*Sr)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.