Mengenal Rumah Adat Dayak di Pelanjau Tebas Sambas, Warisan Budaya Dayak Salako
Faktakalbar.id, SAMBAS
– Rumah Adat Pelanjau di Dusun Pelanjau, Kecamatan Tebas,
Kabupaten Sambas
, belakangan ini ramai diperbincangkan setelah beredar kabar yang menyebutkan hal-hal di luar konteks budaya yang menganggap Rumah Adat tersebut berhantu.
Ketua Adat Dusun Pelanjau, Yosef, menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan rumah adat ini sejatinya merupakan pusat kegiatan budaya masyarakat setempat.
Baca juga:
Rekomendasi Tempat Wisata di Sintang, Nomor 5 Cocok untuk Wisata Keluarga
"Berita yang beredar di media sosial itu tidak benar. Rumah adat ini dibangun sebagai tempat melestarikan budaya dan menjadi pusat berkumpulnya masyarakat adat dalam berbagai kegiatan penting,"
ujarnya Senin (24/03/2025).
Sejak didirikan pada tahun 2008-2009, Rumah Adat Pelanjau telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat adat.
Berbagai acara adat digelar di rumah adat ini, mulai dari '
ngabayont'
sebuah ritual adat Dayak hingga musyawarah dan pertemuan adat lainnya.
Baca juga:
Menelusuri Keindahan Alam di Batu Kuran, Destinasi Wisata Eksotis di Sambas
"Rumah adat ini tidak digunakan untuk hal-hal lain selain kegiatan adat. Ini adalah tempat yang sakral dalam konteks budaya dan memiliki nilai sejarah bagi masyarakat Dusun Pelanjau,"
jelas Yosef.
Ia juga mengklarifikasi kabar mengenai kunjungan Panglima Jilah, seorang tokoh adat yang disegani.
"Memang benar Panglima Jilah pernah datang ke sini, tetapi tidak ada cerita aneh atau kejadian di luar nalar seperti yang diberitakan. Kedatangannya dalam rangka acara adat, bukan hal lain,"
tambahnya.
Melawan Misinformasi dan Menjaga Warisan Budaya
Rumor yang berkembang di media sosial dinilai bisa berdampak negatif terhadap citra Rumah Adat Pelanjau. Yosef mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama jika menyangkut warisan budaya yang harus dijaga kelestariannya.
"Kami tidak ingin rumah adat ini justru dikenal karena cerita yang tidak benar. Ini adalah tempat yang harus dijaga dan dihormati karena memiliki nilai budaya tinggi bagi masyarakat adat,"
katanya.
Baca juga:
Dugaan Korupsi Aplikasi E-Guru di Sambas, Polda Kalbar Dalami Aliran Dana BOS
Sebagai bentuk keterbukaan, Yosef menegaskan bahwa rumah adat ini dapat dikunjungi oleh siapa pun yang ingin mengetahui lebih dalam tentang budaya adat Pelanjau. Namun, ia mengingatkan pentingnya etika dalam berkunjung.
"Siapa saja boleh datang, tetapi harus dengan izin atau konfirmasi terlebih dahulu. Jangan sampai ada pihak yang datang sembarangan dan menyebarkan informasi yang bisa merugikan rumah adat ini,"
tegasnya. (DNS)
Tag:
#Kecamatan Tebas
#Panglima Jilah
#Yosef
#Ketua Adat Dusun Pelanjau
#Dusun Pelanjau
#Rumah Adat Dayak Sambas
#FaktaKalbar.id
#Berita Sambas
#Rumah Adat Pelanjau
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.