faktakalbar

Mengenal Tiga Gaya Keterikatan (Attachment Style) dalam Hubungan

Penulis: Redaksi Saturday, 20 September 2025 📖 2 menit
Mengenal Tiga Gaya Keterikatan (Attachment Style) dalam Hubungan
Faktakalbar.id, LIFESTYLE - Setiap individu memiliki cara unik dalam menjalin kedekatan dengan orang lain, dan ini dikenal sebagai gaya keterikatan atau attachment style . Teori ini dikembangkan oleh psikolog John Bowlby untuk menjelaskan pola perilaku dalam hubungan, baik dengan orang tua saat kecil maupun pasangan saat dewasa. Baca Juga:  5 Lagu yang Wajib Ada di Playlist Jomblo Happy: Bye Galau, Hello Bahagia! Memahami gaya keterikatan diri sendiri dan pasangan dapat membantu membangun hubungan yang lebih sehat dan harmonis. Berikut adalah tiga gaya keterikatan utama: 1. Secure Attachment (Aman) Individu dengan gaya keterikatan aman cenderung memiliki pandangan positif tentang diri sendiri dan orang lain. Mereka merasa nyaman dengan keintiman dan kemandirian. Mereka tidak takut ditinggalkan atau terlalu khawatir tentang hubungan. Seseorang dengan secure attachment biasanya mampu berkomunikasi secara terbuka, menyelesaikan konflik dengan sehat, dan memberikan dukungan emosional kepada pasangannya. Gaya ini terbentuk dari pengasuhan yang responsif dan konsisten di masa kecil. 2. Avoidant Attachment (Menghindar) Orang dengan gaya keterikatan menghindar cenderung merasa tidak nyaman dengan keintiman emosional. Mereka seringkali lebih memilih kemandirian dan terkadang sulit menunjukkan emosi atau kerentanan. Saat menghadapi masalah, mereka cenderung menarik diri atau menjauh. Pola ini sering kali terbentuk dari pengalaman masa kecil di mana kebutuhan emosional mereka tidak terpenuhi secara konsisten. Akibatnya, mereka belajar untuk tidak bergantung pada orang lain. 3. Anxious Attachment (Cemas) Individu dengan gaya keterikatan cemas memiliki kecemasan mendalam akan ditinggalkan. Mereka sangat membutuhkan validasi dan kedekatan dari pasangan. Rasa takut ditinggalkan membuat mereka cenderung posesif, terlalu bergantung, atau terus-menerus mencari kepastian. Mereka seringkali merasa tidak aman dalam hubungan dan sangat sensitif terhadap perubahan kecil pada perilaku pasangannya. Gaya ini biasanya berasal dari pengalaman di mana pengasuhan di masa kecil tidak dapat diprediksi atau tidak konsisten. Memahami ketiga gaya keterikatan ini bukanlah untuk menghakimi, melainkan untuk menjadi alat refleksi diri. Mengidentifikasi gaya keterikatan dapat membantu kita mengenali pola perilaku dalam hubungan dan mencari cara yang lebih sehat untuk menjalin koneksi dengan orang lain. Baca Juga:  Life After Breakup: 5 Langkah Menemukan Kembali Bahagia dari Diri Sendiri (*Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK