Mengguncang Mental, Ini Dampak Buruk Secara Psikologis Akibat Ditinggalkan Seseorang
Faktakalbar.id, LIFESTYLE -
Perasaan
ditinggalkan
, baik karena perpisahan, kematian, maupun pengabaian secara tiba-tiba, merupakan salah satu pengalaman
emosional
paling berat bagi manusia.
Secara insting, manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan koneksi untuk bertahan hidup.
Ketika koneksi tersebut terputus tanpa persiapan, otak akan meresponsnya sebagai sebuah ancaman serius terhadap keamanan diri.
Dampak dari pengalaman ini tidak hanya terasa pada saat kejadian, namun sering kali meninggalkan jejak yang mendalam pada kesehatan mental seseorang dalam jangka panjang.
Berikut adalah dampak buruk secara psikologis akibat ditinggalkan:
Baca Juga:
Sudahkah Kamu Merdeka secara Emosional? Ini 5 Tanda Kamu Punya Boundaries yang Pas
1. Munculnya Trauma Penolakan (
Rejection Trauma
)
Ditinggalkan sering kali diinterpretasikan oleh otak sebagai bentuk penolakan terhadap harga diri seseorang.
Hal ini dapat memicu trauma yang membuat individu merasa tidak cukup baik atau tidak layak untuk dicintai.
Jika tidak ditangani, trauma penolakan ini akan membuat seseorang menjadi sangat sensitif terhadap kritik dan selalu merasa cemas dalam hubungan baru di masa depan.
2. Kecemasan akan Perpisahan (
Separation Anxiety
)
Dampak psikologis yang paling umum adalah munculnya
separation anxiety
atau ketakutan berlebih akan perpisahan.
Orang yang pernah ditinggalkan cenderung menjadi sangat dependen atau terlalu melekat pada pasangan atau teman baru.
Mereka selalu dihantui ketakutan bahwa orang-orang terdekat akan pergi meninggalkan mereka kembali, sehingga menciptakan pola hubungan yang tidak sehat dan penuh kecurigaan.
3. Penurunan Harga Diri (
Low Self-Esteem
)
Saat seseorang ditinggalkan tanpa alasan yang jelas, mereka cenderung melakukan
self-blame
atau menyalahkan diri sendiri.
Muncul pertanyaan-pertanyaan destruktif seperti "apa kekurangan saya?" atau "apa kesalahan yang saya perbuat?".
Proses ini secara perlahan merusak
self-esteem
atau harga diri, sehingga individu tersebut kehilangan kepercayaan pada kemampuan dan daya tarik dirinya sendiri.
4. Kesulitan Mempercayai Orang Lain (
Trust Issues
)
Ditinggalkan oleh sosok yang dianggap sebagai tempat bersandar akan merusak pondasi kepercayaan. Dampaknya adalah munculnya
trust issues
yang kronis.
Individu akan membangun tembok pertahanan yang sangat tinggi dan sulit untuk terbuka kembali karena takut akan disakiti lagi.
Mereka cenderung skeptis terhadap ketulusan orang lain dan selalu mencari tanda-tanda pengkhianatan dalam setiap interaksi.
5. Risiko Depresi dan Isolasi Sosial
Kesedihan yang mendalam akibat ditinggalkan jika dibiarkan dapat berkembang menjadi depresi klinis.
Individu mungkin merasa kehilangan makna hidup atau kegembiraan dalam aktivitas sehari-hari.
Sebagai bentuk perlindungan diri yang keliru, mereka sering kali memilih melakukan isolasi sosial secara total untuk menghindari kemungkinan rasa sakit di masa depan.
Padahal, isolasi ini justru memperlambat proses pemulihan emosional.
Baca Juga:
Bahaya Main Medsos Sebelum Tidur: Bukan Cuma Cahaya Biru, Keterlibatan Emosional Kuras Kualitas Istirahat
(Mira)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.