Menguras Emosi, Ini Alasan di Balik Seseorang Melakukan Silent Treatment Secara Psikologis
Faktakalbar.id, LIFESTYLE -
Dalam sebuah hubungan, baik pertemanan maupun asmara, kita mungkin pernah menghadapi situasi di mana seseorang tiba-tiba berhenti berkomunikasi sama sekali setelah terjadi
konflik
.
Fenomena ini dikenal dengan istilah
silent treatment
.
Alih-alih menyelesaikan masalah melalui diskusi, pelaku memilih untuk mendiamkan lawan bicaranya dalam waktu yang tidak ditentukan.
Secara
psikologis
, tindakan ini bukan sekadar aksi tutup mulut, melainkan sebuah bentuk perilaku yang memiliki akar penyebab yang cukup dalam. Berikut adalah beberapa alasan di balik seseorang melakukan
silent treatment
secara psikologis:
Baca Juga:
Bukan Sekadar Ngambek! Ini 5 Keuntungan ‘Silent Treatment’ untuk Melindungi Diri Saat Konflik Memanas
1. Ketidakmampuan Mengolah Emosi (
Emotional Immaturity
)
Banyak orang melakukan
silent treatment
karena mereka tidak memiliki keterampilan komunikasi yang baik untuk mengekspresikan kemarahan atau kekecewaan.
Mereka merasa kewalahan (
overwhelmed
) oleh emosi negatifnya sendiri dan tidak tahu cara menyampaikannya tanpa meledak.
Akhirnya, mendiamkan orang lain dianggap sebagai jalan pintas yang paling aman daripada harus beradu argumen yang menguras energi.
2. Bentuk Perlindungan Diri (
Self-Protection
)
Bagi sebagian individu, menjauh dan diam adalah cara untuk melindungi diri dari rasa sakit yang lebih dalam.
Mereka mungkin merasa terpojok atau tersakiti dalam sebuah percakapan, sehingga memilih untuk menarik diri sepenuhnya.
Dalam konteks ini,
silent treatment
digunakan sebagai "perisai" agar mereka tidak semakin terluka atau tidak mengucapkan kata-kata yang nantinya akan mereka sesali.
3. Upaya Mendapatkan Kendali (
Power and Control
)
Dalam beberapa kasus yang lebih serius,
silent treatment
digunakan sebagai alat untuk memanipulasi atau menghukum orang lain.
Dengan mendiamkan, si pelaku memaksa lawan bicaranya untuk merasa bersalah, cemas, dan akhirnya memohon ampun agar komunikasi kembali normal.
Ini adalah cara psikologis untuk menunjukkan kekuasaan dan membuat pihak lain merasa tidak berdaya.
4. Menghindari Konflik Secara Ekstrem
Ada tipe kepribadian yang sangat takut akan konfrontasi.
Mereka percaya bahwa dengan tidak berbicara, masalah akan hilang dengan sendirinya atau mereka bisa menghindari ketegangan yang menakutkan.
Namun, secara psikologis, penghindaran ini justru menciptakan tumpukan emosi yang tidak terselesaikan dan merusak kepercayaan dalam hubungan jangka panjang.
5. Membutuhkan Waktu untuk Berpikir (
Cooling Down
)
Meskipun sering dianggap negatif, terkadang seseorang diam karena mereka benar-benar membutuhkan waktu untuk menenangkan diri (
cooling down
).
Namun, perbedaannya terletak pada durasi dan niatnya.
Jika diam tersebut dilakukan tanpa penjelasan berapa lama akan berlangsung, maka hal itu tetap masuk dalam kategori
silent treatment
yang dapat menyakiti kesehatan mental pihak yang didiamkan.
Baca Juga:
Bukan Sekadar Narsis Biasa, Ini 6 Ciri Kamu Mungkin Mengidap NPD Menurut Sains
(Mira)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.