faktakalbar

Menhut Minta Pendinginan Karhutla di Kalbar Dimasifkan Lagi

Menhut Raja Antoni meminta pendinginan karhutla Kalbar dimasifkan. Meski hotspot turun, kabut asap masih terlihat di sejumlah wilayah.

Penulis: Clara Friday, 04 September 2026 📖 2 menit
Menhut Minta Pendinginan Karhutla di Kalbar Dimasifkan Lagi
Menteri Kehutanan Raja Antoni meninjau penanganan karhutla di Desa Kuala Dua, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. (dok/Kemenhut)

Faktakalbar.id -  Menteri Kehutanan Raja Antoni meminta proses pemadaman dan pendinginan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar) terus dimasifkan. Langkah tersebut diperlukan karena penurunan jumlah titik panas belum berarti ancaman kabut asap telah berakhir.

Raja Antoni menyampaikan hal itu saat kembali meninjau langsung lokasi karhutla di Desa Kuala Dua, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Kamis (3/9/2026).

Dalam peninjauan tersebut, ia melihat langsung proses pemadaman dan pendinginan yang dilakukan personel Manggala Agni Kementerian Kehutanan bersama tim gabungan.

Hotspot Kalbar Sempat Naik hingga 859 Titik

Berdasarkan data Sistem Pemantauan Karhutla (Sipongi) Kementerian Kehutanan, jumlah titik panas di Kalbar mengalami perubahan cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir.

Pada 31 Agustus 2026 tercatat 272 titik panas. Jumlah tersebut kemudian meningkat menjadi 859 titik pada 1 September, sebelum kembali turun menjadi 268 titik pada 2 September 2026.

Meski mengalami penurunan, Raja Antoni mengingatkan bahwa angka hotspot tidak dapat menjadi satu-satunya patokan untuk menyatakan karhutla sudah selesai.

Hotspot Turun, Asap Masih Bertahan

Menurut Raja Antoni, api yang sudah padam di permukaan tidak lagi terbaca sebagai hotspot dalam sistem pemantauan. Namun, kondisi tersebut bukan berarti asap juga langsung menghilang.

Kondisi itu terlihat saat dirinya meninjau lokasi karhutla di Kubu Raya. Meskipun tidak lagi ditemukan hotspot pada titik tertentu, asap masih terlihat di lapangan.

Karena itu, operasi pendinginan harus terus dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api yang kembali memicu kebakaran.

Manggala Agni hingga TNI-Polri Dikerahkan

Menhut meminta seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pengurangan jumlah titik panas.

Manggala Agni, jajaran Kementerian Kehutanan, TNI, Polri, BPBD, serta unsur terkait diminta memperkuat operasi pemadaman dan pendinginan di lokasi yang terdampak.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah api kembali muncul dan mengurangi dampak asap terhadap masyarakat.

Kabut Asap Masih Terlihat di Pontianak

Raja Antoni mengatakan kabut asap masih terlihat di sejumlah wilayah Kalbar, termasuk Kota Pontianak.

Pemerintah karena itu akan terus memantau perkembangan jumlah hotspot serta jarak pandang atau visibility untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.

Ia menegaskan kondisi Kalbar masih membutuhkan perhatian serius sehingga upaya penanganan karhutla tidak boleh mengendur hanya karena jumlah hotspot menurun.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK