Menhut Ungkap Upaya Pemerintah Basahi Gambut Kalbar Lewat OMC
Menhut Raja Juli Antoni mengungkap upaya pemerintah membasahi lahan gambut Kalbar lewat OMC. Pemerintah juga memperkuat pemadaman darat dan udara.
Faktakalbar.id - Pemerintah memaksimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu membasahi lahan gambut di Kalimantan Barat (Kalbar). Upaya ini dilakukan untuk menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan pemerintah memanfaatkan potensi awan hujan yang diprakirakan muncul di Kalbar pada 4–8 September 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Raja Juli dalam rapat koordinasi penanganan karhutla di Lanud Supadio, Kubu Raya, Jumat (4/9/2026).
OMC Dimaksimalkan untuk Basahi Gambut
Raja Juli menjelaskan potensi awan hujan dari kondisi atmosfer akan dimanfaatkan melalui OMC. Tujuannya untuk meningkatkan pembasahan lahan, terutama kawasan gambut yang rentan terbakar.
Pemerintah berharap peningkatan kelembapan tanah dan tinggi muka air di lahan gambut dapat membantu menekan potensi munculnya kebakaran baru.
Menurut Raja Juli, pembasahan gambut menjadi salah satu strategi penting dalam penanganan karhutla di Kalbar.
OMC Kalbar Sudah Dilakukan 10 Sortie
Upaya modifikasi cuaca sebelumnya telah dilakukan di Kalbar sejak 28 Agustus hingga 4 September 2026.
Direktur Pengendalian Kebakaran Lahan KLH/BPLH Dasrul Chaniago menyebut OMC telah menjalani 10 sortie penerbangan dengan menebarkan sekitar 8.000 kilogram atau 8 ton natrium klorida (NaCl).
Penyemaian tersebut dilakukan untuk meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah yang terdampak karhutla.
Hujan kemudian terpantau turun di sejumlah wilayah, antara lain Putussibau, Kapuas Hulu, Kubu Raya, dan Kota Pontianak pada Jumat (4/9).
Hujan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kelembapan sekaligus membantu proses pendinginan wilayah yang rawan terbakar.
Penanganan Karhutla Tidak Hanya Mengandalkan OMC
Pemerintah menegaskan OMC bukan satu-satunya cara untuk menangani karhutla.
Selain modifikasi cuaca, penanganan tetap dilakukan melalui patroli, pemantauan titik panas, pemadaman di lapangan, pembasahan lahan gambut, pengelolaan tata air, serta pelibatan masyarakat.
Pengawasan terhadap kegiatan usaha dan penegakan hukum juga menjadi bagian dari upaya pemerintah mencegah dan menangani karhutla.
Water Bombing hingga Peat Injection Disiapkan
Selain OMC, pemerintah juga memperkuat operasi pemadaman melalui udara menggunakan metode water bombing.
Raja Juli menyebut dukungan armada udara akan diperkuat, termasuk rencana kedatangan tiga helikopter Chinook dari Pasukan Bela Diri Jepang untuk membantu penanganan karhutla di Kalbar.
Pemerintah juga menyiapkan teknik peat injection atau penyuntikan air ke lapisan gambut untuk membantu membasahi tanah dan mengendalikan bara api yang berada di bawah permukaan.
Di darat, pemadaman melibatkan TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, relawan, serta unsur terkait lainnya.
Pemerintah berharap kombinasi OMC, pemadaman udara dan darat, pembasahan gambut, serta pencegahan dapat mempercepat pengendalian karhutla di Kalbar.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.