Menkeu Purbaya Optimistis Rupiah Segera Menguat ke Level Rp 17.000
Prediksi ini sejalan dengan penilaian S&P Global Ratings terkait prospek ekonomi RI.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis nilai tukar rupiah akan segera menguat dalam waktu dekat. Prospek pemulihan ini didorong oleh stabilnya kondisi ekonomi global dan proyeksi positif dari S&P Global Ratings.
Faktakalbar.id — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis nilai tukar rupiah akan menguat dalam waktu dekat. Harapan ini muncul seiring membaiknya prospek ekonomi global serta meningkatnya kembali minat investor internasional terhadap negara berkembang, termasuk Indonesia.
Purbaya menjelaskan bahwa penilaian tersebut sejalan dengan perkiraan lembaga pemeringkat internasional, S&P Global Ratings. Lembaga tersebut memproyeksikan pergerakan rupiah akan menguat menuju kisaran yang sesuai dengan target pemerintah.
"Dari S&P kemarin, itu disebutkan juga kira-kira rupiahnya akan menguat ke Rp 17.000 ke arah yang sesuai dengan target kita lah. Saya yakinkan ini perbaikan baru terjadi," kata Purbaya di Yogyakarta, Kamis (16/7/2026).
Arus Modal Asing Diperkirakan Kembali Masuk Menurut Menkeu Purbaya, sejumlah indikator global saat ini sudah mulai menunjukkan arah perbaikan. Meskipun harga minyak dunia sempat mengalami fluktuasi, kondisinya diperkirakan akan jauh lebih terkendali ke depan jika dibandingkan dengan beberapa bulan sebelumnya. Kondisi global yang lebih stabil ini diyakini akan menjadi daya tarik bagi para pemilik modal.
"Dan kalau prospek bagus, ketidakpastian global meningkat, biasanya investor-investor global akan mulai melirik negara-negara yang sedang berkembang atau sedang menciptakan pertumbuhan tinggi seperti Indonesia," ujarnya.
Ia menambahkan, meski sebelumnya investor cenderung menarik dana dari negara berkembang akibat tingginya ketidakpastian, arus modal asing diprediksi akan berbalik masuk setelah situasi stabil. "Jadi harusnya sih enggak lama lagi rupiah akan menguat kalau kita enggak panik," tambah Purbaya.
Pergerakan Rupiah Terkini Di sisi lain, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau bergerak tipis pada awal perdagangan Jumat (17/7/2026). Mata uang Garuda dibuka pada level Rp 17.982 per dollar Amerika Serikat (AS).
Posisi ini menandakan rupiah menguat tipis 0,02 persen dibandingkan dengan penutupan perdagangan hari sebelumnya yang berada di area Rp 17.986 per dollar AS. Pergerakan positif rupiah ini terpantau berlawanan arah dengan mayoritas mata uang di kawasan Asia, di mana Ringgit Malaysia menjadi mata uang yang mencatatkan pelemahan terdalam setelah turun 0,22 persen.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.