Menko Polkam Pimpin Apel Antisipasi Karhutla Riau di Pekanbaru
Faktakalbar.id, PEKANBARU -
Pemerintah pusat dan pemerintah daerah se-Provinsi Riau menggelar Apel Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Pangkalan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin, Kota Pekanbaru, pada Kamis (5/3/2026).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (
Menko Polkam
) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago untuk mematangkan langkah antisipasi Karhutla Riau jelang datangnya musim kemarau.
Baca Juga:
Asap Tebal Masih Mengepul, Polisi Sisir 4 Kecamatan Zona Merah Karhutla di Kubu Raya
Apel kesiapsiagaan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, Menteri Kehutanan, Kepala Basarnas, Kepala BMKG, Wakil Menteri Lingkungan Hidup, serta perwakilan dari lintas kementerian dan lembaga terkait.
Setidaknya seribu personel gabungan dari unsur pemerintah daerah, dunia usaha, dan kelompok masyarakat dilibatkan secara langsung dalam gelaran apel tersebut.
Menko Polkam Djamari Chaniago dalam arahannya menegaskan bahwa apel kesiapsiagaan ini merupakan instrumen penting untuk mengukur dan mengevaluasi sejauh mana tingkat kesiapan instansi pemerintah di lapangan.
Langkah preventif ini dilakukan mengingat prakiraan cuaca menunjukkan bahwa musim kemarau diprediksi akan mulai melanda sebagian besar wilayah daratan pada akhir bulan Maret 2026.
"Upaya ini adalah salah satunya sebagai kesiapsiagaan ini meminimalkan peluang terjadinya Karhutla. Mitigasi sedini dengan modifikasi cuaca untuk mengisi embung, parit dan kanal untuk mempertahankan tinggi air. Kemudian disiapkan helikopter water bombing dan helikopter patroli," ujar Djamari di hadapan para peserta apel.
Djamari lebih lanjut memaparkan bahwa langkah antisipasi Karhutla Riau yang maksimal sangat mutlak diperlukan karena dampak destruktif dari kebakaran hutan tidak hanya merugikan masyarakat lokal.
Asap pekat hasil pembakaran hutan berpotensi meluas dan memberikan dampak buruk bagi kesehatan serta perputaran roda perekonomian di wilayah provinsi tetangga, bahkan dapat menyeberang ke negara-negara tetangga.
Baca Juga:
Titik Api Baru Bermunculan, Petugas Berjibaku Redam Karhutla di Kubu Raya
Oleh karena itu, Djamari mengingatkan kembali tentang keberhasilan pemerintah dalam mengendalikan angka Karhutla pada tahun-tahun sebelumnya. Keberhasilan tersebut, menurutnya, tidak terlepas dari kesuksesan penerapan kolaborasi pentaheliks yang melibatkan berbagai elemen.
"Hal ini tidak bisa pemerintah pusat saja, tidak bisa pemerintah daerah saja, tapi harus dilakukan oleh semua pihak. Ini menjadi tanggung jawab kita kepada bangsa," pungkasnya.
Dalam kegiatan apel ini, pemerintah juga memamerkan sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan peralatan penanggulangan bencana. Beberapa di antaranya meliputi armada helikopter patroli, helikopter pemadam air dari udara, pesawat jenis Cessna untuk modifikasi cuaca, serta puluhan unit armada pemadam kebakaran darat.
(*Red)
Tag:
#BNPB
#Operasi Modifikasi Cuaca
#Bencana Nasional
#Letjen TNI Suharyanto
#Penanganan Karhutla 2026
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.