faktakalbar

Menteri PKP dan Mendagri Tinjau Langsung Penataan Kawasan Kumuh di Kubu Raya

Penulis: Redaksi Tuesday, 03 March 2026 📖 2 menit
Menteri PKP dan Mendagri Tinjau Langsung Penataan Kawasan Kumuh di Kubu Raya
Faktakalbar.id, KUBU RAYA - Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman ( PKP ) Maruarar Sirait serta Menteri Dalam Negeri ( Mendagri ) Tito Karnavian meninjau langsung progres program pembangunan sarana dan prasarana permukiman pada Senin (2/3/2026). Peninjauan ini dipusatkan di Desa Parit Baru yang menjadi salah satu wilayah sasaran proyek penataan kawasan kumuh di Kubu Raya. Baca Juga: Kunjungi Kalbar, Menteri PKP Maruarar Sirait Apresiasi Tingginya Toleransi di Kubu Raya Dalam peninjauan lapangan yang turut didampingi oleh Bupati Kubu Raya Sujiwo tersebut, rombongan pemerintah pusat dan daerah mengecek langsung hasil pengerjaan proyek infrastruktur. Menteri PKP Maruarar Sirait memberikan apresiasi atas koordinasi yang berjalan baik antara pemerintah daerah dan pusat dalam menangani masalah kelayakan permukiman warga. “Kami datang ke sini bersama Pak Mendagri dan Pak Gubernur untuk melihat langsung hasil pekerjaan di lapangan,” kata Maruarar Sirait. Berdasarkan data teknis, penanganan lingkungan kumuh di Desa Parit Baru ini mencakup luasan lahan 19,92 hektare dengan total nilai kontrak mencapai Rp7.339.776.247,84. Alokasi anggaran tersebut difokuskan untuk pembangunan infrastruktur dasar yang meliputi jalan lingkungan sepanjang 2.565,70 meter, sistem drainase sepanjang 2.001,47 meter, 90 unit sarana persampahan, serta 4 unit proteksi kebakaran. “Proyek senilai lebih dari 7 miliar rupiah ini harus dipastikan kualitasnya, mulai dari jalan hingga drainase, agar warga Desa Parit Baru tidak lagi mengalami kendala lingkungan yang buruk,” tegasnya. Pada kesempatan yang sama, Gubernur Kalbar Ria Norsan menjelaskan bahwa intervensi infrastruktur di wilayah tersebut sangat mendesak. Kondisi awal Desa Parit Baru dinilai sangat memerlukan penataan ulang secara menyeluruh agar layak huni. “Alhamdulillah, Parit Baru ini merupakan sasaran utama untuk pemugaran dan pembangunan kembali lokasi atau lingkungan yang kumuh,” ujar Ria Norsan saat memberikan keterangan kepada media di lokasi proyek. Norsan memaparkan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat secara konsisten terus berupaya mengentaskan masalah kawasan kumuh. Upaya tersebut direalisasikan lewat berbagai program strategis, termasuk program bedah rumah yang menyasar 14 kabupaten dan kota di wilayah Kalimantan Barat. “Kita sudah punya program juga untuk bedah rumah ini di Provinsi Kalimantan Barat, dan kita menyebar di setiap kabupaten/kota. Rumah yang tidak layak huni kita baguskan, kemudian juga lingkungannya kita tata kembali. Setiap tahun kita ada program itu,” tegas Norsan. Terkait urgensi pemilihan lokasi proyek di Kubu Raya, Gubernur mengungkapkan bahwa wilayah ini memiliki tingkat kepadatan permukiman kumuh yang cukup tinggi, khususnya di sepanjang jalur Jalan Adisucipto. Hal tersebut dipicu oleh tata letak bangunan masa lalu yang tidak terencana dengan baik. “Yang paling banyak memang Kabupaten Kubu Raya ini, terutama di jalur Jalan Adisucipto karena memang penataannya dari dulu sudah seperti ini. Dinding bertemu dinding, dempet-dempetan, kemudian saluran macet semua. Makanya direnovasi di sini, dipilih di sini,” pungkasnya. Pelaksanaan proyek penataan kawasan kumuh di Kubu Raya ini diharapkan mampu mendongkrak kelayakan standar hidup bagi 3.492 jiwa penduduk di Desa Parit Baru. Kolaborasi nyata antara pemerintah pusat dan daerah ini diproyeksikan menjadi contoh keberhasilan dalam mewujudkan permukiman yang lebih sehat, aman, dan berkelanjutan di masa mendatang. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK