faktakalbar

Menteri Wihaji Dorong Peran Tim Pendamping Keluarga di Pontianak Atasi Stunting

Penulis: Redaksi Sunday, 08 March 2026 📖 1 menit
Menteri Wihaji Dorong Peran Tim Pendamping Keluarga di Pontianak Atasi Stunting
Faktakalbar.id, PONTIANAK – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI Wihaji menekankan pentingnya peran Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam mendukung Program Bangga Kencana serta percepatan penurunan stunting. Hal tersebut disampaikannya saat kunjungan kerja di Kota Pontianak , Sabtu (07/03/26). Baca Juga:  Wali Kota Pontianak Ajak ASN Jadikan Al-Qur’an Inspirasi Pelayanan Publik Wihaji menjelaskan bahwa berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 115 Pasal 47, pemerintah menugaskan TPK di seluruh Indonesia untuk membantu pendistribusian Makanan Pendamping Gizi (MPG) kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Ia menegaskan bahwa bantuan tersebut harus dipastikan sampai langsung kepada penerima manfaat. “Kita pastikan MPG khusus untuk ibu hamil, ibu menyusui dan balita benar-benar sampai kepada penerima manfaat. Ini bagian dari tugas baru yang diberikan kepada Tim Pendamping Keluarga,” ujarnya. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan bahwa pemerintah kota terus memperkuat Program Bangga Kencana guna mengelola bonus demografi. Saat ini, penduduk Kota Pontianak mencapai 693 ribu jiwa dengan komposisi usia produktif sebesar 69,12 persen. Berdasarkan data Sistem Informasi Keluarga (SIGA) tahun 2025, terdapat 76.971 pasangan usia subur di Pontianak yang menjadi sasaran utama pelayanan. Selain itu, terdapat 8.553 keluarga berisiko stunting yang telah mendapatkan pendampingan dari TPK hingga tahun 2025. Baca Juga:   Polsek Pontianak Timur Amankan Tersangka Curanmor di Tanjung Hilir Beserta Barang Bukti “TPK adalah garda terdepan yang melakukan pendampingan keluarga secara langsung melalui pendekatan siklus hidup, mulai dari remaja, calon pengantin, ibu hamil, keluarga dengan balita hingga keluarga lansia,” pungkas Edi Rusdi Kamtono. (FR)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK