Minyak Dunia Tembus 108 Dolar AS, Menteri ESDM Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik
Pemerintah Komitmen Jaga Daya Beli Masyarakat di Tengah Lonjakan Harga Minyak Mentah Global
Faktakalbar.id - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar meski harga minyak mentah dunia melambung tinggi mendekati level 108 dolar AS per barel.
Faktakalbar.id - Pemerintah menegaskan tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi meski harga minyak mentah dunia tengah mengalami lonjakan signifikan hingga mendekati level 108 dolar AS per barel.
Kepastian tersebut disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, pada Jumat (11/9/2026).
"Pemerintah sampai dengan hari ini memutuskan untuk tetap menjaga harga minyak subsidi tidak ada kenaikan," ujar Bahlil.
Lonjakan Harga Minyak Global
Berdasarkan data perdagangan global, harga minyak mentah acuan jenis Brent tercatat melonjak 6,34 persen menjadi 107,63 dolar AS per barel. Sementara itu, jenis West Texas Intermediate (WTI) menguat 6,69 persen ke level 102,48 dolar AS per barel. Kenaikan tajam ini menjadi level tertinggi pergerakan minyak dunia sejak Mei 2026.
Bahlil menjelaskan bahwa keputusan untuk menahan harga jenis BBM bersubsidi—seperti Pertalite dan Biosolar—merupakan langkah berat bagi anggaran negara karena berimplikasi langsung pada pembengkakan beban subsidi energi.
Kendati demikian, kebijakan ini diambil sejalan dengan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto setelah melakukan koordinasi intensif bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
"Bapak Presiden Prabowo berpandangan bahwa membela dan menjaga daya beli masyarakat untuk menengah ke bawah itu jauh lebih penting, sekalipun dengan berbagai macam hal-hal yang sudah kita lakukan," tegas Bahlil.
Rata-Rata ICP Masih Terjaga
Lebih lanjut, Bahlil membeberkan pertimbangan teknis di balik keputusan tersebut. Menurutnya, perhitungan rata-rata harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) sepanjang periode Januari hingga September 2026 masih bertengger di kisaran 85 hingga 90 dolar AS per barel.
Dengan rata-rata ICP tahunan yang masih terkendali, lonjakan harga minyak mentah dunia saat ini dinilai masih berada dalam batas ambang yang dapat ditangani oleh APBN.
"Sekalipun sekarang sudah menjadi 106-108 dolar AS, tapi rata-rata ICP dari Januari sampai September sekarang itu kurang lebih di angka sekitar 85-90 dolar AS. Jadi overall masih oke," pungkasnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.