faktakalbar

Minyak Goreng Stabil, Tapi Kok Bawang Merah Susah Dicari? Ini Kata Pedagang

Penulis: Redaksi Thursday, 19 February 2026 📖 1 menit
Minyak Goreng Stabil, Tapi Kok Bawang Merah Susah Dicari? Ini Kata Pedagang
Faktakalbar.id, PONTIANAK - Menjelang ibadah puasa Ramadan , pergerakan harga kebutuhan pokok di kawasan Pasar Flamboyan Pontianak menunjukkan tren yang beragam. Berdasarkan pantauan pada Rabu, (18/2/2026), meski harga minyak goreng terpantau stabil, keberadaan bawang merah justru mulai sulit ditemukan di tingkat pengecer. Cindy, salah seorang pemilik toko kelontong di depan Pasar Flamboyan menuturkan bahwa harga minyak goreng saat ini masih cukup terjaga. "Kalau minyak masih stabil lah, yang 2 liter ada yang Rp40.000, ada yang Rp42.000, sampai Rp44.000. Tergantung merek," ungkap Cindy. Baca Juga:  Jelang Sahur Perdana, Harga Cabai Keriting di Pasar Flamboyan Tembus Rp80 Ribu Namun, kondisi berbeda terjadi pada komoditas bawang merah. Cindy mengaku saat ini ia memilih untuk tidak menyetok komoditas tersebut karena harganya yang melambung tinggi dan barang yang susah didapat. "Bawang sih naik banget. Kemarin terakhir sih bawang merah Rp100.000 hampir 1 kilogram. Kalau bawang merah enggak tahu, enggak ambil sebenarnya. Sekarang agak susah stoknya," jelasnya. Berbeda dengan bawang merah yang "menghilang", harga bawang putih justru menunjukkan sedikit penurunan dari sebelumnya Rp50.000 menjadi kisaran Rp40.000 per kilogram. Sementara itu, untuk komoditas lain seperti telur dan gula pasir, Cindy menyebutkan adanya kenaikan harga tipis jelang puasa. "Telur dari Rp33.000 jadi Rp34.000. Gula Rp18.000, mungkin sudah mau naik Rp19.000," tambahnya. Meski demikian, ia memastikan stok kebutuhan dasar selain bawang merah masih aman tersedia bagi warga yang ingin berbelanja kebutuhan sahur. "Sisanya sih enggak (susah), telur, gula, minyak sih ada terus lah," pungkasnya. Baca Juga:  Besok Puasa, Harga Daging Ayam di Pasar Flamboyan Tembus Rp36 Ribu Sekilo (Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK