Misa Minggu Palma Ke dua: Pastor Rufinus Ajak Umat Rendahkan Hati dan Selalu Mengucap Syukur pada Tuhan
Faktakalbar.id, PONTIANAK -
Misa Kedua
Minggu Palma
di Katedral St. Yosef Pontianak, Minggu (13/4), dipimpin oleh RD. Rufinus Kehi dengan suasana yang penuh makna dan perenungan. Perarakan masuk yang diawali dengan umat melambaikan daun palma dan menyanyikan lagu "Yerusalem, Lihatlah Rajamu" menjadi pembuka yang khidmat dalam memulai pekan suci.
Dalam homilinya, Pastor Rufinus menyampaikan pesan penting tentang kerendahan hati dan pentingnya bersyukur kepada Tuhan atas segala pujian dan prestasi yang kita terima.
Baca Juga:
Pastor Rufinus Ajak Umat Hadapi Penderitaan dengan Iman dan Kerendahan Hati
“Kalau kita dipuji, kalau kita dinaikkan pujian oleh orang-orang, kita itu kadang-kadang berlaku seperti keledai. Nganguk-nganguk,” ujar Pastor Rufinus di hadapan umat. Menurutnya, sikap seperti ini dapat mengaburkan kesadaran bahwa segala pujian yang diterima bukanlah untuk diri kita semata, tetapi untuk Tuhan yang berada di atas kita.
Ia menegaskan bahwa, seperti halnya keledai yang mengangkut Yesus pada saat masuk ke Yerusalem, kita juga seharusnya menyadari bahwa segala sesuatu yang kita capai adalah berkat dan campur tangan Tuhan.
Lebih lanjut, Pastor Rufinus mengajak umat untuk selalu mengucapkan “Puji Tuhan” setiap kali menerima pujian atau penghargaan.
Hal ini bukan hanya sebagai ungkapan syukur, tetapi juga sebagai pengingat bahwa segala sesuatu yang kita miliki, seperti kecerdasan, kecantikan, atau kesuksesan, adalah anugerah Tuhan. "Kalau kita dipuji, jawabnya apa? Puji Tuhan," ujarnya tegas, menekankan pentingnya bersikap rendah hati.
Baca Juga:
Pastor Rufinus Ajak Umat Hadapi Penderitaan dengan Iman dan Kerendahan Hati
Pastor Rufinus juga mengingatkan umat untuk tidak terbawa euforia atau kebanggaan yang berlebihan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam menghadapi pujian atau pencapaian, umat harus selalu ingat bahwa mereka tidak dapat mencapai hal-hal tersebut tanpa pertolongan Tuhan. “Segala sesuatu yang kita miliki, segala sesuatu yang kita dapatkan, kalau bukan Tuhan, kita ini bukan siapa-siapa,” tuturnya. (AMB)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.