faktakalbar

Mitos atau Fakta: Benarkah Minum Kopi Bikin Darah Tinggi Melonjak?

Penulis: Redaksi Wednesday, 04 February 2026 📖 2 menit
Mitos atau Fakta: Benarkah Minum Kopi Bikin Darah Tinggi Melonjak?
Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Bagi jutaan orang, aroma kopi di pagi hari adalah "tombol on " untuk memulai hari. Namun, di balik kenikmatan secangkir latte atau americano , sering muncul pertanyaan yang menghantui: "Apakah kebiasaan ngopi ini bakal bikin tekanan darah saya naik?" Kekhawatiran ini wajar, mengingat kafein dikenal sebagai stimulan jantung. Namun, sebelum Anda memutuskan untuk berhenti total dari ritual ngopi, mari simak fakta medis sebenarnya tentang hubungan kopi dan tekanan darah. Baca Juga:  Bersama Forkopimda, Tjhai Chui Mie dan Muhammadin Hadiri Rakornas 2026 di Bogor Efek Kopi: Lonjakan Sementara vs Jangka Panjang Jawabannya ternyata tidak hitam-putih. Menurut penelitian medis, kafein memang memiliki kemampuan untuk meningkatkan tekanan darah, namun efek ini biasanya bersifat sementara. Menariknya, lonjakan tekanan darah ini justru lebih sering terjadi pada orang yang jarang minum kopi. Tubuh yang tidak terbiasa dengan kafein akan merespons lebih reaktif . Sebaliknya, bagi mereka yang rutin menyesap kopi dalam jumlah sedang (sekitar 1-2 cangkir per hari), tubuh biasanya sudah membangun toleransi. Studi menunjukkan bahwa pada peminum kopi rutin (terutama wanita dan non-perokok), kebiasaan ini nyaris tidak berdampak negatif pada tekanan darah jangka panjang. Berapa Batas Aman Ngopi? Kunci dari menikmati kopi tanpa was-was adalah moderasi . Food and Drug Administration (FDA) merekomendasikan batas aman konsumsi kafein adalah 400 miligram (mg) per hari. Jumlah ini setara dengan 4 hingga 5 cangkir kopi seduh ukuran standar (250 ml). Selama Anda tidak melebihi batas ini, risiko kesehatan jantung relatif minim. Namun, Anda harus mulai waspada jika mengalami sinyal tubuh seperti: Jantung berdebar cepat (palpitasi). Tangan gemetar (tremor). Rasa cemas berlebih atau gelisah. Susah tidur (insomnia). Sering buang air kecil. Jika gejala ini muncul, itu tandanya tubuh Anda berteriak: "Cukup kafenya!" Siapa yang Harus Puasa Kopi? Meskipun aman bagi mayoritas orang, ada kelompok tertentu yang sebaiknya menghindari atau membatasi kopi secara ketat, yaitu: Ibu hamil. Penderita hipertensi berat (tekanan darah tidak terkontrol). Pengidap GERD (asam lambung). Penderita aritmia (gangguan irama jantung). Orang yang sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu. Bagi Anda yang sehat, ngopi di pagi hari bukanlah dosa besar bagi tekanan darah, asalkan dilakukan secara rutin dalam porsi wajar. Nikmati kopi Anda, tapi dengarkan juga sinyal tubuh Anda! Baca Juga:  Apa Kopi yang Bikin Kolesterol Naik? Studi Ungkap Bahaya Espresso dan Kopi Tanpa Filter (Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK