Mitos Produktivitas, Ini 5 Dampak Buruk Multitasking bagi Kesehatan Otak dan Mental
Faktakalbar.id, LIFESTYLE -
Di era modern yang menuntut segalanya serba cepat, banyak orang merasa bangga jika bisa melakukan banyak pekerjaan dalam satu waktu (
multitasking
).
Mengetik laporan sambil menelepon klien, atau makan siang sambil membalas surel pekerjaan dianggap sebagai lambang produktivitas tingkat tinggi.
Padahal, secara biologis, otak manusia tidak dirancang untuk memproses dua atau lebih tugas yang membutuhkan konsentrasi tinggi secara bersamaan.
Alih-alih
multitasking
, yang sebenarnya dilakukan otak Anda adalah
context switching
(berpindah fokus dari satu tugas ke tugas lain dengan sangat cepat).
Baca Juga:
Notifikasi WA Sering Hilang? Ini Cara Mudah Mengatasinya
Alih-alih membuat Anda lebih efisien, kebiasaan ini justru membawa kerugian jangka panjang. Berikut adalah 5 dampak buruk
multitasking
yang perlu Anda waspadai:
1. Menurunkan Efisiensi dan Produktivitas Kerja
Fakta yang mengejutkan adalah
multitasking
justru membuang lebih banyak waktu.
Setiap kali otak berpindah dari satu tugas ke tugas lain, ia membutuhkan waktu untuk kembali menyesuaikan diri dan memuat ulang informasi.
Proses
context switching
ini menguras energi otak, sehingga pekerjaan Anda justru memakan waktu lebih lama dibandingkan jika Anda menyelesaikannya satu per satu (
single-tasking
).
2. Rentan Melakukan Kesalahan (
Human Error
)
Ketika perhatian terpecah belah, tingkat ketelitian Anda akan menurun drastis.
Otak yang dipaksa bekerja ganda akan mengorbankan kualitas demi kecepatan.
Inilah mengapa Anda sering salah menekan tombol, mengirim pesan ke orang yang salah, atau melewatkan detail penting dalam sebuah dokumen saat sedang melakukan
multitasking
.
3. Meningkatkan Stres dan Risiko
Burnout
Memaksa otak untuk terus-menerus siaga dan memproses arus informasi yang tumpang tindih akan memicu pelepasan hormon stres (kortisol dan adrenalin).
Jika kebiasaan ini dilakukan setiap hari, Anda akan mudah merasa kelelahan secara mental, cemas berlebihan (
anxiety
), hingga berujung pada
burnout
(kelelahan emosional dan fisik yang ekstrem).
4. Merusak Memori Jangka Pendek
Apakah Anda sering lupa menaruh kunci atau lupa apa yang ingin Anda katakan beberapa detik yang lalu? Itu bisa jadi karena
multitasking
.
Saat Anda menerima terlalu banyak informasi sekaligus, otak kesulitan menyortir memori mana yang harus disimpan. Akibatnya, kemampuan mengingat jangka pendek Anda akan semakin menurun.
5. Memburuknya Kualitas Hubungan Sosial
Dampak buruk ini sering kali tidak disadari. Membuka ponsel saat sedang diajak mengobrol oleh pasangan atau teman (
phubbing
) adalah bentuk
multitasking
yang sangat merusak.
Hal ini membuat Anda tidak hadir sepenuhnya dalam percakapan, mengurangi rasa empati, dan membuat lawan bicara merasa tidak dihargai.
Jadi, mulailah melatih diri untuk fokus pada satu hal di satu waktu.
Matikan
notifikasi
yang mengganggu, selesaikan tugas Anda satu per satu, dan rasakan betapa pikiran Anda akan menjadi jauh lebih tenang dan
produktif
.
Baca Juga:
Notifikasi WhatsApp Tidak Muncul? Ini 10 Cara Ampuh Mengatasinya Agar Chat Tidak Terlambat Balas
(Mira)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.