faktakalbar

Perkuat Moderasi Beragama, Bahasan Ajak Warga Pontianak Rawat Harmoni dan Stabilitas

Penulis: Redaksi Wednesday, 11 February 2026 📖 1 menit
Perkuat Moderasi Beragama, Bahasan Ajak Warga Pontianak Rawat Harmoni dan Stabilitas
Faktakalbar.id, PONTIANAK – Wakil Wali Kota Pontianak , Bahasan , menekankan bahwa moderasi beragama merupakan fondasi utama dalam menjaga kerukunan dan stabilitas sosial di tengah kemajemukan masyarakat. Baca Juga:   Dekatkan Layanan ke Warga, Samsat Gokatan dan Go PBB Hadir Keliling Kecamatan di Pontianak Hal tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan diskusi bertajuk 'Memperkuat Kerukunan Umat Beragama Demi Terwujudnya Masyarakat Kota Pontianak yang Toleran, Harmonis, dan Bersahabat Tahun 2026' pada Selasa (10/2/2026). Acara yang dipusatkan di Aula Rumah Dinas Wakil Wali Kota Pontianak ini menjadi ruang dialog penting bagi berbagai elemen suku, agama, dan budaya. Bahasan mengingatkan bahwa keberagaman di Pontianak bukan sekadar realitas sosial, melainkan kekuatan yang harus dirawat secara sadar dan konsisten. “Kerukunan umat beragama tidak hadir dengan sendirinya. Ia harus terus dirawat melalui dialog, saling pengertian, dan kerja sama yang konsisten. Jika kerukunan terjaga, maka stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat juga akan kondusif,” ujar Bahasan dalam arahannya. Ia menambahkan, di tengah keterbukaan informasi saat ini, moderasi beragama menjadi kunci krusial untuk mencegah munculnya sikap ekstrem, intoleransi, maupun kekerasan atas nama agama. Prinsip moderasi mengajarkan sikap adil dan seimbang dalam menghormati perbedaan. Pemerintah Kota Pontianak berkomitmen penuh mendukung penguatan kerukunan melalui berbagai instrumen kebijakan, mulai dari fasilitasi dialog lintas iman hingga penguatan peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Baca Juga:  Ikuti Rakornas FKUB, Tjhai Chui Mie Paparkan Kunci Sukses Singkawang Kota Toleran Sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan tokoh masyarakat dinilai sebagai faktor penentu terciptanya suasana kota yang aman dan nyaman bagi seluruh warga. “Perbedaan tidak boleh dilihat sebagai sumber konflik, tetapi sebagai kekayaan sosial yang memperkuat persatuan dan kebersamaan warga Kota Pontianak,” tegasnya. Melalui momentum ini, Bahasan berharap seluruh elemen masyarakat dapat mempertegas komitmen bersama untuk menjadikan Pontianak sebagai role model kota yang toleran, harmonis, dan bersahabat. (FR)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK