faktakalbar

Awas Jebakan! Kenali 5 Modus Penipuan di Facebook Marketplace Terbaru, dari Transfer Palsu hingga Phishing

Penulis: Dimas Monday, 24 November 2025 📖 3 menit
Awas Jebakan! Kenali 5 Modus Penipuan di Facebook Marketplace Terbaru, dari Transfer Palsu hingga Phishing
Faktakalbar.id, TECHNOLOGY - Belanja lewat Facebook Marketplace memang praktis dan menawarkan banyak pilihan barang dengan harga menarik. Namun, di balik kemudahan itu, platform ini juga menjadi sasaran empuk bagi para penipu yang memanfaatkan kelengahan pengguna. Penipuan Facebook Marketplace modusnya beragam, mulai dari penjual fiktif, barang tidak sesuai deskripsi, hingga pembeli palsu yang berpura-pura transfer uang. Jika tidak berhati-hati, pengguna berisiko kehilangan uang, data pribadi, bahkan akun Facebook mereka sendiri. Maka dari itu, penting untuk mengenali berbagai jenis penipuan yang sering terjadi agar Anda terhindar dari jebakan digital. Berikut ini beberapa jenis penipuan yang paling sering terjadi di Facebook Marketplace: Baca Juga: Laporan Anthropic: Hacker Diduga China Gunakan AI Claude, Otomatisasi Serangan Siber 90% 1. Modus Pembayaran dengan Gift Card dan Transfer Palsu Salah satu modus klasik yang marak di Indonesia adalah penipuan pembayaran lewat voucher digital. Penjual palsu meminta pembeli membayar barang menggunakan kode voucher seperti Google Play Gift Card , Steam Wallet, atau saldo e-wallet (misalnya GoPay, Dana, atau Ovo). Setelah kode dikirim, pelaku langsung memblokir pembeli dan barang tidak pernah dikirim. Modus lain yang juga marak adalah penipuan transfer bank atau e-wallet palsu. Pelaku mengirim bukti transfer palsu agar korban segera mengirim barang, padahal uang belum masuk. Cara menghindarinya: Jangan pernah membayar penjual dengan voucher digital atau transfer langsung sebelum barang diterima. Gunakan fitur pembayaran resmi Facebook atau lakukan transaksi COD di tempat aman. Baca Juga: Darurat! Indonesia Jadi Target Utama Penipuan Lowongan Kerja di Asia Pasifik, Sektor Ini Paling Rawan 2. Modus Overpayment dan Transfer Palsu Di Indonesia, Modus Overpayment atau “kelebihan transfer” juga sering terjadi. Pelaku berpura-pura sudah mentransfer uang lebih dari harga barang, dengan alasan salah nominal atau biaya pengiriman yang keliru. Mereka kemudian meminta korban untuk mengembalikan selisihnya. Setelah korban mengirimkan uang "pengembalian", pelaku justru membatalkan transfer awal atau menggunakan bukti transfer palsu. Akibatnya, korban kehilangan uang dua kali lipat. Tips menghindarinya: Jangan pernah mengembalikan uang atau mengirim barang sebelum memverifikasi langsung saldo di rekening atau aplikasi mobile banking Anda. Jika pembayaran belum benar-benar masuk, Anda sedang berhadapan dengan penipuan. 3. Penipuan Barang dan Pengiriman Tidak Sesuai Modus ini menjadi salah satu yang paling sering memakan korban di Penipuan Facebook Marketplace. Banyak pengguna tertipu oleh barang yang berbeda dari foto (imitasi, rusak, atau kotak kosong). Penipu biasanya memasang harga sangat murah dan menolak bertemu langsung. Modus lain adalah pelaku meminta korban mengirimkan barang dengan janji pembayaran sedang diproses ( barang dikirim dulu, pembayaran belakangan ). Dalam beberapa kasus, penipu menggunakan resi atau label pengiriman palsu agar paket bisa dialihkan. Tips mengatasinya: Hindari transaksi di luar sistem resmi Facebook. Lakukan COD ( Cash on Delivery ) di tempat umum yang aman seperti minimarket. Hindari menggunakan jasa ekspedisi dengan label kiriman yang tidak bisa dilacak atau pembayaran di luar platform resmi. 4. Modus Properti, Kendaraan, dan Barang Palsu Fiktif Penipuan properti banyak terjadi di kota besar. Pelaku memasang iklan sewa rumah atau kos fiktif, lalu meminta uang muka atau deposit sebelum calon penyewa melihat unitnya. Setelah dana dikirim, iklan dihapus. Sementara itu, penipuan kendaraan sering melibatkan mobil atau motor bekas fiktif dengan harga di bawah pasaran. Pelaku mengaku butuh uang cepat, padahal kendaraan tidak pernah ada, bahkan terkadang menggunakan foto kendaraan orang lain dengan BPKB palsu. Waspada: Hindari mengirim uang muka tanpa melihat barang atau properti secara langsung. Periksa dokumen kendaraan di Samsat atau situs resmi, dan hindari harga yang terlalu murah yang tidak masuk akal. Baca Juga: Pakar Cyber: Sistem Keuangan Sudah Aman, tapi Penipuan Digital Sering Terjadi Akibat Manipulasi Sosial 5. Phishing , Giveaway Palsu, dan Bot Otomatis Jenis penipuan ini berfokus pada pencurian data. Pelaku mengirim tautan mencurigakan lewat Messenger atau WhatsApp, berpura-pura sebagai pembeli yang ingin "verifikasi data". Jika tautan diklik, korban diarahkan ke situs palsu yang meniru tampilan Facebook atau bank untuk mencuri akun dan data pribadi ( phishing ). Ada juga penipuan giveaway palsu, di mana pengguna diminta membayar biaya administrasi kecil untuk mengklaim hadiah. Nyatanya, data pribadi korban digunakan untuk pencurian identitas. Tips menghindarinya: Jangan pernah klik tautan dari orang tak dikenal, apalagi yang mengatasnamakan Facebook atau kurir. Hindari membagikan kode OTP atau verifikasi kepada siapa pun, dan pastikan komunikasi hanya dilakukan lewat Facebook Messenger agar lebih aman. (*Drw)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK