faktakalbar

Pengakuan Korban Terseret Modus VCS, Foto dan Data Dipakai Warga Binaan Rutan

Penulis: Redaksi Monday, 20 October 2025 📖 2 menit
Pengakuan Korban Terseret Modus VCS, Foto dan Data Dipakai Warga Binaan Rutan
FaktaKalbar.id, PONTIANAK - Skandal baru kembali menyeret nama Rutan Kelas IIA Pontianak . Dugaan Praktik penipuan dengan modus VCS (Video Call Sex) yang diduga dijalankan warga binaan bukan lagi sekadar isu, seorang perempuan menjadi korban setelah foto dan identitas pribadinya dicatut untuk menjerat pria hidung belang lewat berbagai aplikasi kencan daring. Baca Juga:   Segera Disidang, Mantan Pj Walikota Singkawang Dipindahkan ke Rutan Pontianak Seorang gadis bernama Ana mengaku menjadi korban setelah foto dan data pribadinya dicatut untuk menjerat pria hidung belang melalui aplikasi pertemanan MiChat , Tantan, Tinder, hingga Facebook. Ketika ditemui Fakta Kalbar pada 1 Oktober 2025, Ana menceritakan awal mula kasus itu terbongkar. “Saya awalnya tidak tahu. Seorang teman abang angkat saya tiba-tiba tanya, ‘ini WhatsApp kamu kah?’ sambil memperlihatkan nomor seseorang dengan foto saya. Saya kaget, karena jelas itu bukan nomor saya,” ujar Ana. Ia menuturkan, dari keterangan kerabatnya tersebut, nomor tersebut digunakan oleh seseorang yang dikenalnya lewat aplikasi kencan dan menawarkan layanan VCS dengan syarat menyetorkan sejumlah uang terlebih dahulu. Baca Juga:  Panduan Lengkap Urutan Skincare Pagi dan Malam untuk Kulit Sehat dan Glowing Menyadari foto dan data pribadinya dipakai untuk modus tersebut, Ana kemudian melapor ke Polda Kalbar guna menelusuri pemilik nomor misterius itu. “Hasil penelusuran dari tim Siber Polda, ternyata pemilik nomor itu terdeteksi berada di area Rumah Tahanan (Rutan) Pontianak, wilayah Serdam. Saya mau buat laporan, tapi kata pihak Siber saya tidak bisa melapor karena tidak mengalami kerugian materi,” jelasnya. Meski begitu, Ana menegaskan dirinya dirugikan secara psikologis dan moral, karena foto serta identitas pribadinya dicatut untuk praktik kotor yang diduga dilakukan warga binaan Rutan Pontianak. Faktakalbar.id melalui pesan WhatsApp pada Kamis, 2 Oktober 2025, Mengkonfirmasi masalah ini kepada Kepala Rutan Kelas IIA Pontianak, Timbul Aliansyah Panjaitan, namun yang bersangkutan buru - buru membantah tudingan tersebut. “Isu adanya praktik penipuan dengan modus panggilan VCS melalui aplikasi tertentu tidak benar. Rutan berkomitmen penuh menjaga ketertiban serta melakukan pengawasan berlapis, baik oleh petugas maupun langkah pencegahan lainnya, sehingga potensi aktivitas merugikan masyarakat dapat dicegah,” tegas Timbul. Fakta Kalbar akan terus mengawal dan memberitakan kasus-kasus yang melibatkan penggunaan aplikasi daring untuk menjerat korban melalui modus penipuan dan pemerasan, yang diduga dilakukan oleh sindikat dari dalam rutan dengan menggunakan identitas perempuan untuk menipu korbannya. (Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK