faktakalbar

Motif Indomie dan Uang Kertas, Jadi Tren Baju Lebaran 2026 di Pasar Tengah Pontianak

Penulis: Redaksi Tuesday, 17 March 2026 📖 1 menit
Motif Indomie dan Uang Kertas, Jadi Tren Baju Lebaran 2026 di Pasar Tengah Pontianak
Faktakalbar.id, PONTIANAK – Tren busana menyambut Idulfitri 1447 Hijriah di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, menunjukkan fenomena unik. Berdasarkan pantauan di Pasar Rakyat Tengah pada Senin (16/3/2026), baju dengan motif barang konsumsi harian dan mata uang menjadi incaran utama warga. Afrida Dewi Susanti (30), seorang pedagang pakaian yang meneruskan usaha rintisan ayahnya, mengungkapkan bahwa tren busana tahun ini sangat dipengaruhi oleh hal-hal yang viral di media sosial menjelang bulan Ramadan. "Karena kan 2026 ini kan lagi viral nih, pas mau dekat puasa awal itu. Lagi viral baju sejenis uang dan makanan gitu kan. Dan makanan yang paling viral itu baju Indomie. Nah Indomienya tuh ada mie goreng, ada mie soto, ada mie kaldu gitu kan. Kalau uangnya, paling nge-trendnya tuh uang 100 ribu sama 50 ribu," ujar Dewi. Baca Juga:  Antisipasi Lonjakan Harga Sembako Jelang Idulfitri, Pemprov Perketat Pengendalian Inflasi di Kalbar Menurutnya, motif mi instan dan uang kertas merupakan produk yang paling cepat habis terjual karena sangat diminati oleh pembeli dibandingkan dengan motif makanan lainnya. "Karena lagi viral, lagi trend, itu paling booming sekali bajunya cepat habis. Yang paling habis itu Indomie sama uang aja. Tapi kalau makanan lain itu kurang," tambahnya. Pakaian unik ini ditujukan untuk segmen anak-anak dengan rentang usia mulai dari 2 tahun hingga 11 tahun. Produk-produk tersebut didapatkan Afrida melalui agen lokal yang berada di Pontianak. Mengenai harga, busana yang tengah naik daun ini dipatok dengan harga yang cukup terjangkau bagi masyarakat. Untuk ukuran kecil dijual mulai dari harga 35 ribu, sementara untuk ukuran paling besar dihargai sekitar 50 ribu. Baca Juga:  Jelang Idulfitri, Dinkes Kapuas Hulu Sidak Kelayakan Pangan di Minimarket Putussibau (Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK