Mubes HIMAPON: Edi Rusdi Kamtono Titip Visi Kota Humanis pada 43 Ribu Mahasiswa
Faktakalbar.id, PONTIANAK –
Wali
Kota Pontianak
,
Edi Rusdi Kamtono
, menyebut keberadaan 43 ribu mahasiswa yang menempuh pendidikan di Kota Pontianak bukan sekadar angka statistik, melainkan aset vital dalam menghadapi tantangan global dan lokal.
Baca Juga:
Peringati Isra Mikraj 1447 H, Wali Kota Edi Ajak ASN Seimbangkan Layanan dan Spiritualitas
Hal ini ditegaskannya saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) Himpunan Mahasiswa Pontianak (
HIMAPON
) di Aula
Rumah Jabatan Wali Kota
, Sabtu (17/01/26).
Dalam forum tersebut, Edi menyoroti posisi strategis Pontianak sebagai kota jasa dan perdagangan yang kini bertransformasi menjadi pusat pendidikan di Kalimantan Barat.
Kehadiran puluhan ribu mahasiswa dari berbagai daerah dinilai sebagai energi baru untuk menopang visi Pontianak yang maju dan sejahtera.
“Mahasiswa memiliki peran strategis karena saat ini Indonesia sedang berada pada fase bonus demografi, di mana jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan usia nonproduktif. Ini menjadi peluang besar untuk mendorong kemajuan daerah dan bangsa,
” ujar Edi di hadapan para pengurus HIMAPON.
Namun, Edi mengingatkan bahwa bonus demografi dan visi Indonesia Emas 2045 menghadapi tantangan yang tidak ringan.
Ia memaparkan dinamika global seperti stabilitas geopolitik dan perubahan iklim yang berdampak langsung pada rantai pasok dan ekonomi daerah.
Dalam konteks lokal, tantangan tersebut bermanifestasi pada upaya pengendalian inflasi.
Edi menegaskan bahwa pemerintah kota fokus menjaga keseimbangan harga agar daya beli masyarakat, termasuk mahasiswa, tetap terjaga tanpa merugikan produsen pangan.
Baca Juga:
Filosofi “Ping-pong” dan Diplomasi Informal Perkuat Sinergi di HUT ke-79 BPK Kalbar
“Inflasi yang terlalu tinggi akan menurunkan daya beli masyarakat, sementara inflasi yang terlalu rendah juga berdampak pada pendapatan petani. Oleh karena itu, keseimbangan harga menjadi kunci,”
terangnya.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Edi mengajak mahasiswa untuk bersinergi mewujudkan infrastruktur dan lingkungan kota yang humanis.
Ia menjelaskan visi pembangunan periode keduanya bersama Wakil Wali Kota Bahasan, yang menekankan pada kota yang hijau, bersih, dan nyaman, serta adaptif terhadap kondisi geografis Pontianak yang dibelah Sungai Kapuas.
Melalui tema Mubes “Regenerasi Organisasi Kota Pontianak dalam Mewujudkan Kepemimpinan yang Progresif”, Edi berharap HIMAPON tidak hanya menjadi wadah berorganisasi, tetapi juga laboratorium kepemimpinan yang peka terhadap isu-isu pembangunan kota.
“Mahasiswa harus menjadi bagian dari solusi, mampu beradaptasi dengan perubahan, serta turut berkontribusi dalam pembangunan Kota Pontianak ke depan,
” pungkasnya.
(fr)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.