faktakalbar

Muda Mahendrawan: Peningkatan IPM Bergantung Produktivitas dan Kualitas Guru

Penulis: Redaksi Thursday, 24 October 2024 📖 1 menit
Muda Mahendrawan: Peningkatan IPM Bergantung Produktivitas dan Kualitas Guru
PONTIANAK - Pembahasan mengenai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada debat publik pertama, Rabu (23/10/2024), malam tadi mengundang banyak simpati masyarakat terlebih dengan bahasan tersebut dipengaruhi oleh keadaan warga di suatu daerah. Calon Gubernur Nomor Urut 3, Muda Mahendrawan mengungkapkan bahwa IPM untuk mengejar visi Indonesia Emas 2045 sangat tidak mungkin tercapai apabila rata-rata lama dan kualitas sekolah masih rendah. “Bagaimana mungkin untuk mengejar visi Indonesia Emas 2045 jika rata-rata lama sekolah dan kualitasnya ini masih rendah. Bagaimana mungkin juga jika kematian ibu dan bayi masih banyak. Satu saja kematian ibu, itu menunjukkan adanya persoalan serius di masyarakat kita dan hak dasar kesehatan itu yang betul-betul kami fokuskan,” ungkapnya dalam konferensi pers usai debat. Menurutnya, harapan lama sekolah bergantung langsung dengan bagaimana para guru bisa jauh lebih produktif dan berkualitas dalam memberikan pembelajaran. “Harapan lama sekolah itu kan bagaimana kita merangsang agar guru-guru itu jauh lebih produktif dan berkualitas, maka harus dibuat bagaimana guru-guru ini bisa mendapatkan pelatihan, sertifikasi, dan tunjangan,” ucapnya. Menghadapi bonus demografi yang didominasi oleh keberadaan anak-anak muda, dirinya menyebutkan juga jika mereka tidak diperhatikan dengan baik, maka ledakan pengangguran akan terjadi dan bisa semakin jauh pada visi Indonesia Emas 2045. “Terlebih dengan kita menghadapi bonus demografi ini, kita harus sadar kalau anak-anak muda ini menjadi pengangguran, maka justru akan menjadi ledakan pengangguran. Jadi, semakin jauh kita bisa mencapai ke visi Indonesia Emas 2045 itu,” katanya. (mro)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK