Muhaimin Iskandar: Lulusan SMK Ditargetkan Jadi Skilled Workers Global
Faktakalbar.id, NASIONAL -
Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat,
Muhaimin Iskandar
, secara terbuka mendorong lulusan SMA dan SMK untuk mengambil peluang karier di pasar internasional.
Langkah ini diambil dengan dalih potensi
market
yang besar serta tawaran gaji dan jaminan sosial yang jauh lebih tinggi dibandingkan pasar domestik.
Melalui program bertajuk "SMK Go Global", pemerintah menargetkan pengiriman 500.000 lulusan SMK ke luar negeri pada akhir tahun 2026.
Fokus utamanya adalah menempatkan tenaga kerja muda Indonesia di negara-negara maju seperti Jepang, Korea Selatan, negara-negara Eropa, hingga Amerika Serikat.
Baca Juga:
Gibran Bikin Kejutan, Mampu Menghadapi Mahfud dan Menohok Muhaimin
Fokus pada Keterampilan dan Jaminan Sosial
Dorongan untuk berkarir di luar negeri ini diklaim murni karena faktor peluang ekonomi.
Cak Imin menyebutkan bahwa negara-negara tersebut memberikan apresiasi tinggi bagi tenaga kerja terampil (
skilled workers
) setingkat lulusan menengah kejuruan.
Selain gaji yang bersaing, aspek asuransi dan jaminan sosial di negara tujuan menjadi poin utama yang ditawarkan pemerintah kepada para calon pekerja migran.
"Potensi
market
-nya memang sangat besar dan bagus. Gajinya tinggi, jaminan sosial asuransinya juga bagus. Sehingga peluang itulah yang akan kita dorong," ujar Cak Imin dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (24/2/2026).
Meminimalisir Risiko Pekerja Domestik
Pemerintah menegaskan hanya akan memfasilitasi lulusan dengan kualifikasi pendidikan minimal SMA atau SMK.
Kebijakan ini diambil sebagai upaya preventif untuk menekan risiko yang sering dialami oleh pekerja dengan tingkat pendidikan di bawah itu, yang
mayoritas
terserap sebagai pekerja rumah tangga atau
domestic workers
.
Bagi seorang perempuan maupun laki-laki lulusan SMK, kualifikasi keterampilan menjadi pelindung utama agar terhindar dari kerentanan kerja di luar negeri.
Pemerintah menyatakan tidak ingin memberangkatkan warga negara yang hanya memiliki kualifikasi pendidikan rendah guna menghindari risiko eksploitasi yang lebih tinggi di sektor domestik.
Anggaran Fantastis Rp2,6 Triliun
Untuk memuluskan ambisi pengiriman 500.000 tenaga kerja ini, pemerintah telah menyiapkan dukungan anggaran yang cukup besar, yakni mencapai Rp2,6 triliun.
Dana tersebut akan dikelola untuk memfasilitasi keberangkatan hingga proses pelatihan agar para lulusan benar-benar siap mengisi kebutuhan industri global.
Rencana ini juga akan ditindaklanjuti dengan pertemuan bersama para duta besar untuk mematangkan kerja sama penempatan.
Pemerintah berharap program ini menjadi solusi atas isu deindustrialisasi dan terbatasnya lapangan kerja berkualitas di dalam negeri bagi lulusan sekolah menengah.
Baca Juga:
Ini Nih Hasil Survey Terkini Cawapres Mahfud-Gibran-Muhaimin
(Mira)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.