faktakalbar

Muncul Pemain Baru di Tambang Emas Ilegal Kalbar

Penulis: Redaksi Thursday, 27 March 2025 📖 2 menit
Muncul Pemain Baru di Tambang Emas Ilegal Kalbar
Jika Kalimantan Barat adalah seorang tokoh dalam cerita, dia mungkin akan berkata, "Sejak dulu, aku sudah penuh emas. Tapi, mengapa kalian tak pernah puas?" Tanah yang kaya ini telah menjadi magnet bagi pencari emas dari berbagai penjuru dunia. Sejak zaman kolonial hingga era digital pencari emas masih ramai. Sayangnya, sejarah panjang ini tidak diwarnai oleh kejayaan, melainkan eksploitasi tanpa henti. Tambang emas ilegal terus menjamur seperti akun pinjol ilegal, tak peduli berapa kali dirazia atau disegel. Pada 5 Juni 2023, babak baru dalam saga tambang emas ilegal dimulai. Itu ketika Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Siman Bahar sebagai tersangka. Kejatuhannya mengguncang dunia tambang ilegal di Bumi Khatulistiwa. Namun, layaknya dalam film gangster klasik, tahta kosong tidak akan lama dibiarkan tanpa pemilik. Seorang pemain baru, dengan inisial AS, dikabarkan mengambil alih kendali jaringan pertambangan ilegal ini. Siapa AS? Dia bukan sekadar penambang biasa, tapi sosok yang diduga memiliki jaringan luas dan dana besar untuk mengendalikan bisnis haram ini. Dengan perputaran uang mencapai Rp5 miliar per hari, itu berarti sekitar Rp150 miliar per bulan. Dia lebih mirip bank berjalan dari pada seorang pengusaha tambang biasa. Siapa pun yang berani mengusiknya, mungkin akan menemukan dirinya dalam daftar "orang hilang" secara misterius. Ketua Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK) Kalbar, M. Rifal, mengungkap fakta menarik. Ia menyatakan, di Kalbar, emas hanya dimurnikan. Tetapi, tidak diolah hingga menjadi produk akhir. Ini berarti ada rantai distribusi yang lebih besar di balik layar. Siapa yang membeli? Siapa yang menyelundupkan ke luar daerah? Lebih penting lagi, siapa yang melindungi semua ini? Dalam setiap kisah kriminal, selalu ada dua kubu. Yang berburu dan yang diburu. Namun, di Kalbar, batas antara keduanya sering kali kabur. Setiap tahun ada razia, setiap tahun ada penangkapan, tetapi tambang ilegal tetap tumbuh. Ada yang aneh di sini. Menurut data resmi, sepanjang tahun 2023, setidaknya ada 150 operasi penertiban tambang ilegal di Kalbar. Hasilnya? Hanya segelintir penambang kecil yang ditangkap. Sementara pemain besar seperti AS tetap melenggang bebas. Mengapa? Karena kejahatan sebesar ini tidak mungkin berjalan tanpa "restu" dari pihak-pihak tertentu. Bahkan, ada teori konspirasi yang menyebutkan bahwa sebagian emas hasil tambang ilegal ini masuk ke dalam cadangan emas gelap yang diperdagangkan di pasar internasional. Jika benar, maka kita tidak hanya berhadapan dengan mafia lokal, tetapi juga jaringan global. Kalau kita berpikir, pertambangan ilegal ini akan segera berakhir, maka kita salah besar. Ini bukan sekadar bisnis, melainkan ekosistem yang sudah mengakar. Para petambang kecil hanyalah pion dalam permainan catur besar yang dikendalikan oleh segelintir orang di puncak rantai makanan. Satu hal yang pasti, di Kalbar, emas tidak pernah tidur. Ia terus mengalir, masuk ke kantong-kantong yang tepat. Sementara hukum hanya menjadi tontonan teatrikal bagi rakyat. Kita, para penonton, hanya bisa bertanya-tanya, siapa sebenarnya dalang di balik layar? Camanawak Rosadi Jamani Ketua Satupena Kalbar

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK