Musim Kemarau Landa Demak, 1.700 Jiwa Kena Dampak Kekeringan dan Krisis Air Bersih
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 500 kepala keluarga atau 1.700 jiwa di Desa Kalitengah, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, mengalami kesulitan air bersih akibat bencana kekeringan hingga Kamis (23/7/2026).
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 500 kepala keluarga atau 1.700 jiwa di Desa Kalitengah, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, mengalami kesulitan air bersih akibat bencana kekeringan hingga Kamis (23/7/2026).
Penurunan drastis ketersediaan sumber air bersih warga di wilayah Jawa Tengah tersebut terjadi seiring berjalannya puncak musim kemarau di kawasan tersebut.
Kondisi gersang ini memaksa warga membatasi pemakaian air untuk memenuhi kebutuhan minum, memasak, dan sanitasi sehari-hari.
Menanggapi krisis air di permukiman warga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak menyalurkan pasokan air darurat ke lokasi terdampak.
Petugas gabungan membagikan air secara langsung kepada penduduk serta mengisi tangki tandon umum yang disiapkan di titik pemukiman.
Sebanyak 30 ribu liter air bersih atau setara enam armada tangki telah didistribusikan ke Desa Kalitengah guna meredam dampak kekurangan air.
Otoritas penanggulangan bencana mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan cadangan air selama periode musim kemarau berlangsung.
Pemerintah daerah diminta terus memantau ketersediaan pasokan air guna memastikan kebutuhan dasar warga terdampak dapat terpenuhi secara merata.
Langkah mitigasi krisis air diprediksi masih akan terus berlanjut mengingat kondisi cuaca kering masih berpotensi bertahan di sejumlah wilayah.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.