faktakalbar

Nelayan Asal Mensere Diterkam Buaya di Sungai Perapakan Tanjung

Penulis: Redaksi Saturday, 05 April 2025 📖 1 menit
Nelayan Asal Mensere Diterkam Buaya di Sungai Perapakan Tanjung
Faktakalbar.id, SAMBAS, - Seorang nelayan asal Mensere, Susanto, diterkam buaya saat mancing di Sungai Perapakan Tanjung, Kecamatan Semparuk, Kabupaten Sambas, Kamis (3/4/2025). Kejadian tersebut disaksikan langsung oleh rekannya, Mahdi, ia menjelaskan peristiwa tersebut terjadi pukul 23.00 WIB. Menurut Mahdi, sebelum kejadian, perahu milik Susanto telah diparkirkan, dan korban sempat membantu Mahdi menyusun pancing. Setelah mereka selesai mengangkat pancing, Susanto memutuskan untuk berenang menuju perahunya yang berjarak sekitar 10 meter. Tanpa disadari, seekor buaya telah menunggu di kayu yang gelap. Baca juga: Anak Mutilasi Ayah Kandung di Sebawi Sambas, Diduga di Bawah Pengaruh Narkoba "Dia lupa membawa senter, saya coba menyenter ke arah jauh dan tampaknya aman. Namun, karena gelap, tiba-tiba buaya langsung menyambar Susanto dengan ganas," ujar Mahdi. Setelah serangan terjadi, suara kera terdengar di sekitar lokasi. Tak lama kemudian, Mahdi mendengar teriakan minta tolong dari Susanto. Saat itu, Mahdi segera mendekat menggunakan perahunya, namun Susanto belum muncul ke permukaan karena masih digigit buaya di bagian tangannya. Dalam kondisi mengenaskan, Susanto berusaha bertahan dengan menekuk kepala buaya untuk mengurangi rasa sakit. Namun, buaya terus menghempaskannya dengan keras. "Akibatnya, tulang di bagian siku tangan kiri Susanto putus dan hanya tersisa kulit yang menggantung. Sementara itu, tangan kanannya koyak akibat gigitan buaya, serta beberapa tulang rusuknya mengalami patah," jelasnya. Mahdi juga menggambarkan ukuran buaya yang menyerang Susanto, yaitu sekitar 3 hingga 4 meter dengan warna hitam pekat. Beruntung, meskipun mengalami luka yang parah, Susanto berhasil selamat dari serangan buaya tersebut. "Alhamdulillah, Susanto masih selamat, hanya saja tangannya putus, tinggal sisa kulit," pungkas Mahdi. (DNS)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK