Normal Sweet Kini Hanya 50 Persen, Cara Thailand Lawan Overdosis Gula dan Diabetes
Faktakalbar.id, LIFESTYLE -
Bagi Anda penggemar
Thai tea
atau kopi kekinian, ada kebijakan baru yang menarik perhatian dari
Negeri Gajah Putih
.
Thailand secara resmi memangkas standar kemanisan pada minuman di jaringan kedai kopi mereka.
Langkah radikal ini diambil pemerintah setempat untuk menekan angka penderita diabetes serta risiko kesehatan kronis lainnya yang sering membayangi laki-laki maupun perempuan di usia produktif.
Standar Baru: Normal Sweet yang Lebih Sehat
Baca Juga:
Progres Pembangunan Jembatan Gantung Pidie Jaya Capai 65 Persen
Melalui kerja sama antara Kementerian Kesehatan Thailand dengan sembilan jaringan kedai kopi besar, standar "kemanisan normal" atau
normal sweet
kini secara otomatis hanya mengandung 50 persen gula dari resep aslinya.
Artinya, jika sebelumnya Anda memesan kopi ukuran 480 ml dengan kadar gula 7,3 sendok teh, kini takarannya menyusut drastis menjadi hanya 3,7 sendok teh.
Kebijakan ini merupakan respons terhadap tingkat konsumsi gula masyarakat Thailand yang mencapai rata-rata 21 sendok teh per hari.
Angka tersebut jauh melampaui batas aman yang direkomendasikan oleh
Organisasi Kesehatan Dunia (
WHO
)
, yaitu maksimal enam sendok teh saja dalam sehari.
Hindari Pajak dan Risiko Penyakit
Selain alasan kesehatan, langkah ini juga dipicu oleh kebijakan pajak gula (
sugar tax
) yang telah diterapkan Thailand secara bertahap sejak 2017.
Para produsen minuman kini berlomba melakukan
reformulation
atau mengubah formula produk mereka agar tetap diminati namun terhindar dari tarif pajak yang lebih tinggi.
Bagi seorang perempuan, asupan gula berlebih tidak hanya memicu obesitas, tetapi juga berdampak pada kesehatan kulit dan risiko karies gigi yang tinggi.
Dengan adanya kampanye "kemanisan 50 persen" ini, masyarakat diharapkan terbiasa dengan rasa yang lebih tawar namun tetap segar.
Kini, banyak kafe di Thailand yang secara terang-terangan menampilkan pilihan tingkat kemanisan mulai dari 0%, 25%, hingga 100% (yang sudah dipangkas setengahnya).
Langkah Awal Menuju Gaya Hidup Sehat
Inisiatif ini membuktikan bahwa intervensi pemerintah dalam gaya hidup masyarakat bisa menjadi solusi efektif untuk menekan risiko penyakit tidak menular.
Membatasi konsumsi minuman manis bukan berarti berhenti menikmati
boba
atau teh favorit, melainkan belajar untuk lebih bijak dalam menentukan kadar gula yang masuk ke dalam tubuh demi investasi kesehatan jangka panjang.
Baca Juga:
Golden Tulip Wedding Showcase 2026: Bukti Intimate Wedding Bisa Tampil Glamour dan Mewah
(Mira)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.