Nostalgia Manis Ramadhan: Deretan Buah Khas yang Selalu Dinanti
Faktakalbar.id, LIFESTYLE -
Kehadiran bulan suci selalu membawa
vibes
yang berbeda.
Ada kerinduan yang akhirnya terbayar lunas, serta kesadaran diri untuk kembali menata hati dengan penuh keikhlasan.
Menariknya, suasana syahdu ini tidak hanya dirasakan lewat momen
spiritual
yang sangat personal bagi masing-masing individu, tetapi juga lewat hal-hal sederhana yang hadir di sekitar kita.
Salah satu penanda paling
ikonik
bahwa bulan puasa telah tiba adalah munculnya buah-buahan tertentu yang seolah "hilang" di bulan-bulan biasa.
Baca Juga:
Pawai Obor Ramadhan di Singkawang Sambut Bulan Suci dan Pererat Harmoni
Buah-buahan ini bukan sekadar pelepas dahaga, melainkan simbol kebersamaan dan memori kolektif yang menghangatkan suasana meja makan saat waktu berbuka tiba.
Tanpa memandang latar belakang, manisnya sajian ini menyatukan siapa saja dalam momen kebersamaan yang penuh kedamaian.
Berikut adalah beberapa buah yang kehadirannya selalu identik dengan datangnya bulan Ramadhan:
1. Timun Suri
Buah yang satu ini bak "selebriti" dadakan setiap kali bulan puasa tiba.
Bentuknya yang lonjong dengan warna kulit kekuningan ini mulai membanjiri pasar dan pinggir jalan.
Daging buahnya yang lembut dan aromanya yang harum membuat timun suri menjadi primadona untuk dijadikan campuran minuman dingin atau
dessert
segar.
Uniknya, meski namanya "timun", buah ini sebenarnya masih satu keluarga dengan melon dan labu.
2. Blewah
Sama halnya dengan timun suri, blewah adalah primadona takjil yang selalu dirindukan.
Aromanya yang sangat khas dan tajam mampu membangkitkan selera setelah seharian menahan lapar dan dahaga.
Blewah biasanya diserut memanjang dan disajikan bersama sirup, es batu, serta biji selasih. Rasanya yang ringan dan menyegarkan menjadikannya pilihan favorit keluarga untuk mengembalikan cairan tubuh yang hilang.
3. Kurma
Meski sebenarnya bisa ditemukan di luar bulan puasa, volume kehadiran kurma melonjak drastis saat Ramadhan.
Buah manis asal Timur Tengah ini adalah menu wajib yang seolah melengkapi kesempurnaan momen berbuka.
Rasa manis alaminya sangat cepat mengembalikan energi.
Menyantap kurma bukan sekadar rutinitas, tetapi juga bentuk kesederhanaan dan keikhlasan dalam mensyukuri nikmat setelah seharian berpuasa.
4. Kolang-kaling
Meski secara teknis adalah biji dari pohon aren, kolang-kaling selalu masuk dalam daftar belanjaan "buah-buahan" segar untuk takjil.
Teksturnya yang kenyal dengan bentuk lonjong transparan ini sangat cocok diolah menjadi kolak, campuran es buah, atau sekadar direbus dengan sirup dan daun pandan.
Proses panjang pembuatannya hingga siap konsumsi seolah mengajarkan kita tentang kesabaran sebuah nilai yang sangat relevan dengan bulan suci ini.
Kehadiran ragam buah musiman ini membuktikan bahwa setiap perjalanan waktu memiliki ceritanya sendiri.
Mereka hadir menyapa kerinduan kita akan suasana yang hangat, damai, dan penuh toleransi.
Pada akhirnya, sepotong blewah dingin atau sebutir kurma manis di meja makan adalah wujud nyata dari keikhlasan kita dalam merayakan momen kebersamaan bersama orang-orang terkasih.
Baca Juga:
Semarak Pawai Obor di Desa Kedukul Mukok: Cahaya Syiar Sambut Bulan Suci
(Mira)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.