faktakalbar

Wali Kota Pontianak Ajak ASN Jadikan Al-Qur'an Inspirasi Pelayanan Publik

Penulis: Redaksi Sunday, 08 March 2026 📖 1 menit
Wali Kota Pontianak Ajak ASN Jadikan Al-Qur'an Inspirasi Pelayanan Publik
Faktakalbar.id, PONTIANAK - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman dan inspirasi dalam menjalankan tugas serta memberikan pelayanan kepada masyarakat. Baca Juga:   Edi Dorong ASN Pontianak Teladani Alquran untuk Layani Warga Hal itu disampaikannya saat peringatan Nuzulul Quran yang digelar di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Jumat (06/03/26). Edi menyampaikan bahwa momentum Nuzulul Quran di bulan Ramadan menjadi kesempatan untuk memperkuat nilai keimanan sekaligus memperbaiki kualitas pelayanan kepada masyarakat. Melalui peringatan ini, ia berharap ASN dapat menyerap nilai-nilai religius untuk diimplementasikan dalam pekerjaan sehari-hari. “Melalui Al-Qur'an mudah-mudahan kita terus mendapatkan inspirasi dalam menjalankan tugas dan fungsi di Pemerintah Kota Pontianak, sehingga kota ini menjadi kota yang dirahmati dan diberkahi oleh Allah SWT,” ujarnya. Wali Kota menambahkan bahwa kegiatan peringatan Nuzulul Quran juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat kebersamaan di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak. Menjelang Hari Raya Idul Fitri, aktivitas masyarakat semakin meningkat sehingga pemerintah daerah dituntut untuk tetap memberikan pelayanan terbaik. “Jangan karena alasan puasa kita menjadi kurang semangat. Justru di bulan Ramadan ini kita harus semakin bersemangat memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat,” tegas Edi. Baca Juga:   Edi Kamtono: RKPD 2027 Pontianak Harus Jawab Tantangan Lahan dan Anggaran Dalam acara yang sama, Ustaz Samsul Hidayat dalam tausiyahnya mengajak aparatur Pemerintah Kota Pontianak menerapkan keseimbangan nilai Jamal dan Jalal dalam menjalankan tugas pelayanan publik. Jamal melambangkan kelembutan dan kasih sayang, sementara Jalal mencerminkan ketegasan dan integritas. “Sering kali kita terbalik. Yang seharusnya lembut malah keras, yang seharusnya tegas malah lemah. Padahal keduanya harus berjalan bersama,” jelas Samsul Hidayat. Ia juga menekankan bahwa nilai keadilan merupakan salah satu karakter utama yang harus diterapkan dalam kepemimpinan dan pelayanan publik. Prinsip tersebut dinilai penting dalam pengambilan keputusan, termasuk dalam penempatan jabatan dan pengelolaan organisasi sebagai bentuk teladan yang diajarkan Rasulullah SAW. (FR)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK