faktakalbar

Saran Dokter: Jenis Olahraga Terbaik untuk Penderita Diabetes, Fokus Pembakar Lemak

Penulis: Dimas Wednesday, 19 November 2025 📖 2 menit
Saran Dokter: Jenis Olahraga Terbaik untuk Penderita Diabetes, Fokus Pembakar Lemak
Faktakalbar.id, LIFESTYLE - Menurunkan berat badan adalah langkah krusial bagi pasien diabetes. Salah satu cara paling efektif adalah melalui olahraga. Namun, pemilihan jenis latihan harus tepat dan aman. Dokter spesialis penyakit dalam konsultan endokrin metabolik diabetes, dr. Dicky Tahapary, Sp.PD-KEMD, PhD, menekankan satu prinsip penting. Yaitu, berfokus pada pembakaran lemak, bukan hanya penurunan berat badan semata. "Di badan kita itu ada otot, tulang, air, lemak, yang mau kita bakar kan lemaknya," kata dr. Dicky, seperti dilansir dari Antara , Selasa (18/11/2025). Lebih lanjut, dr. Dicky juga mengingatkan agar penderita diabetes berhati-hati. Penurunan berat badan yang terlalu drastis harus diwaspadai. Kondisi ini sering kali diikuti dengan pengurangan massa otot. "Kalau turun berat badan terlalu drastis, biasanya masa ototnya juga berkurang," ucapnya. Massa otot sangat penting. Otot berfungsi menjaga metabolisme tubuh agar tetap optimal. Otot juga mendukung kontrol gula darah yang lebih baik. Oleh karena itu, latihan yang tepat harus membakar kalori dan mempertahankan massa otot. Kombinasi Kunci: Aerobik dan Resistance Training Untuk mencapai tujuan tersebut, dr. Dicky menyarankan kombinasi latihan. Olahraga untuk Penderita Diabetes yang ideal adalah menggabungkan latihan aerobik dan resistance training (latihan beban). Kombinasi ini penting untuk menjaga kesehatan tubuh dan mendukung tujuan penurunan berat badan. Panduan Latihan Terbaik Dr. Dicky menegaskan pentingnya resistance training . "Aerobik sama resistance training masuk. Karena resistance training harus masuk, kalau enggak itu masa ototnya turun terus," kata dia. Berikut panduan frekuensi latihan yang disarankan: Latihan Aerobik: Dilakukan minimal lima kali seminggu. Resistance Training (Latihan Beban): Dilakukan dua sampai tiga kali seminggu. Latihan beban berfungsi mempertahankan atau meningkatkan massa otot. Ini menjadi aset sehat yang penting hingga usia tua. Baca Juga: Waspada Diabetes Tipe 5 pada Anak, Orang Tua Harus Lebih Cermat Pilih Asupan Gizi Durasi Ideal dan Prioritas Defisit Energi Selain jenis latihan, durasi olahraga juga berpengaruh besar. Dr. Dicky menjelaskan, jika tujuannya menurunkan berat badan, durasi olahraga yang ideal adalah minimal 30 menit. Akan lebih baik jika bisa mencapai 45 menit. "Itu dinaikkan secara bertahap aja, enggak usah dipaksakan, yang penting sustain dan ada progresnya. Mau treadmill atau jalan cepat boleh," tuturnya. Artinya, konsistensi jauh lebih penting daripada intensitas yang berlebihan. Di luar aktivitas fisik, dr. Dicky menekankan pentingnya pengaturan pola makan. Prinsip utama menurunkan berat badan, menurutnya, adalah menciptakan defisit energi. Tubuh harus mengeluarkan lebih banyak kalori daripada yang masuk. Baca Juga: Olahraga untuk Perut Buncit Harus Bertahap, Dokter Peringatkan Bahaya Sit Up Berlebihan Menurut dr. Dicky, cara paling mudah menciptakan defisit energi adalah dengan mengurangi asupan makanan. "Paling mudah sebenarnya mengurangi asupan makanan karena itu dampaknya paling besar," jelasnya. Mengurangi asupan makanan jauh lebih praktis daripada harus melakukan olahraga berat dalam waktu lama. Ia memberikan perbandingan yang mudah dipahami: "Misalkan kita mau mengurangi 200 kalori makanan, kan gampang, mengurangi satu gorengan, kan ada 200 kalori, dibandingkan harus lari lima kilo misalkan." Kesimpulannya, keberhasilan program penurunan berat badan bagi penderita diabetes terletak pada dua pilar. Yaitu, pola makan yang menciptakan defisit energi dan kombinasi Olahraga untuk Penderita Diabetes yang efektif membakar lemak sekaligus mempertahankan massa otot. (*Drw)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK