faktakalbar

Optimalkan Jalur Darat dan Udara, BNPB Salurkan 14,78 Ton Bantuan Logistik ke Aceh

Penulis: Redaksi Thursday, 11 December 2025 📖 2 menit
Optimalkan Jalur Darat dan Udara, BNPB Salurkan 14,78 Ton Bantuan Logistik ke Aceh
Faktakalbar.id, ACEH BESAR – Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) terus menggenjot distribusi bantuan logistik untuk penanganan darurat bencana hidrometeorologi di Provinsi Aceh. Melalui Pos Pendamping Nasional di Pangkalan Udara (Lanud) Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, BNPB kembali mengirimkan belasan ton bantuan pada hari ke-13 operasi, Rabu (10/12/2025). Baca Juga: Hari ke-12 Pencarian, BNPB Terjun Langsung Dampingi Posko Darurat Padang Panjang Hingga pukul 14.00 WIB, tercatat sebanyak 14,78 ton logistik telah didistribusikan. Pengiriman dilakukan dengan mengombinasikan moda transportasi darat dan udara untuk memastikan bantuan sampai ke seluruh wilayah terdampak, baik yang mudah diakses maupun yang terisolir. Rincian Distribusi Bantuan Distribusi melalui jalur darat dilakukan sebanyak lima kali pengiriman dengan total muatan seberat 9,85 ton. Bantuan ini menyasar wilayah Kabupaten Pidie dan Kabupaten Bireuen. Paket yang dikirimkan meliputi sembako, makanan siap saji, perlengkapan ibu dan bayi, serta peralatan darurat seperti lampu emergency dan paket kebersihan ( hygiene kit ). Sementara itu, distribusi jalur udara difokuskan untuk menjangkau wilayah dengan akses terbatas, yakni Kabupaten Aceh Tengah, Gayo Lues, Bener Meriah, dan Aceh Tamiang. Sebanyak 4,93 ton bantuan logistik diterbangkan dalam tujuh kali sorti penerbangan menggunakan helikopter BNPB, pesawat Caravan, dan pesawat Caracal milik TNI AU. Jenis bantuan yang dikirim via udara didominasi oleh bahan permakanan. Cegah Penumpukan Stok Secara akumulatif, total logistik yang masuk ke Pos Pendamping Nasional sejak 28 November hingga 10 Desember 2025 mencapai 448,6 ton. Dari jumlah tersebut, sebanyak 334 ton telah berhasil didistribusikan ke berbagai titik. Pihak BNPB menegaskan komitmennya dalam manajemen logistik yang cepat dan tepat. Pemerintah memastikan tidak ada penumpukan barang di posko utama lebih dari dua hari. “BNPB juga memastikan bahwa pencatatan dan manajemen logistik di Pos Pendamping Nasional di Lanud Iskandar Muda Aceh tertata dan baik. Sehingga dengan begitu, tidak ada terjadi penimbunan stok logistik yang terhambat dikirimkan,” tulis BNPB dalam laporannya. Ke depan, jalur darat akan dioptimalkan untuk mengangkut muatan non-pangan yang lebih berat seperti tenda pengungsi, genset, kompresor, hingga perangkat internet Starlink guna mendukung percepatan pemulihan sarana prasarana. Baca Juga: Dukung Distribusi Logistik di Tapanuli Tengah, BNPB Gelar Operasi Udara dan Modifikasi Cuaca Update Data Korban Jiwa Selain distribusi logistik, BNPB juga merilis pembaruan data operasi pencarian dan pertolongan (SAR). Per Rabu (10/12) pukul 14.00 WIB, total korban meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi di Sumatera (Aceh, Sumut, Sumbar) mencapai 969 jiwa, bertambah 5 jiwa dari hari sebelumnya. Khusus di Provinsi Aceh, korban meninggal dunia tercatat sebanyak 391 jiwa, dengan 31 orang masih dinyatakan hilang. Jumlah pengungsi di wilayah ini dilaporkan mencapai 831.124 jiwa. Sementara itu, di Sumatera Utara korban meninggal tercatat 340 jiwa dan 128 orang hilang. Sedangkan di Sumatera Barat, korban meninggal berjumlah 238 jiwa dengan 93 orang masih dalam pencarian. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK