Fenomena Orang Tua Lapor Guru Saat Anak Dihukum: Berkaitan Luka Batin Masa Sekolah
Faktakalbar.id, LIFESTYLE -
Fenomena orang tua lapor guru ke pihak berwajib kerap menjadi sorotan publik.
Kasus terbaru terjadi di SMAN 1 Cimarga, Banten, di mana kepala sekolah sekaligus guru, Dini Pitri, dilaporkan ke polisi oleh orang tua murid.
Pelaporan ini dipicu karena orang tua tidak terima anaknya (ILP) ditampar akibat pelanggaran di sekolah.
Meskipun perkara ini akhirnya berakhir damai, kejadian ini menyoroti dilema yang dihadapi tenaga pendidik saat mendisiplinkan murid.
Di media sosial, banyak netizen membandingkan situasi ini dengan era sekolah mereka. Dahulu, orang tua tidak mempermasalahkan guru menghukum murid.
Bahkan, orang tua sering memberikan hukuman yang lebih berat ketika anak sudah di rumah.
Lantas, mengapa sikap orang tua saat ini cenderung lebih protektif dan sering tidak terima jika anak dihukum di sekolah?
Baca Juga:
Dari Candaan Hingga Pujian Maut: Kenali 4 Wajah Pelecehan Terselubung di Kantor
Alasan Psikologis Orang Tua Tidak Terima Anak Dihukum
Menurut Psikolog Alva Paramitha, ketika orang tua menyekolahkan anak, seharusnya mereka tunduk terhadap semua peraturan sekolah.
Namun, ia mengakui bahwa penolakan orang tua saat anak dihukum sering terjadi.
Alva menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama adalah orang tua saat ini pernah mengalami pengalaman serupa yang tidak menyenangkan saat mereka sekolah.
“Orang tua sekarang tidak terima karena pernah mengalami pengalaman serupa ketika sekolah. Orang tua pun tidak ingin anak merasakan hal yang sama,” kata Alva Paramitha.
Ia menambahkan, sikap ini bisa termasuk dalam kompensasi
parenting
. Hal ini terjadi terutama pada orang tua yang memiliki "luka batin" di area
parenting
masa lalu.
Mereka tidak ingin anak mereka merasakan sakit yang sama.
Pentingnya Menerapkan Parenting Berkesadaran
Untuk mengatasi hal ini, Alva menyarankan agar orang tua menerapkan parenting berkesadaran.
Baca Juga:
Mengapa Gaji Besar Bukan Lagi Raja? Membedah 4 Alasan Gen Z Lebih Pilih Kerja Sesuai Hati
Penerapan pola asuh ini sangat penting agar orang tua bisa memisahkan pengalaman buruk atau luka batinnya di masa lalu dengan cara mereka mendidik anak saat ini.
Berikut adalah poin penting dari
parenting
berkesadaran:
Memisahkan Pengalaman Masa Lalu: Orang tua harus memisahkan pola asuh anaknya dari pengalaman-pengalaman buruk atau luka-luka batinnya sendiri.
Memiliki Filter: Orang tua yang sadar memiliki filter untuk menentukan mana referensi
parenting
yang bisa diterapkan dan mana yang tidak.
Menghindari Kompensasi: Sebaliknya, jika orang tua menggunakan semua referensi tanpa filter, mereka bisa menjadi pelaku yang justru mencederai
parenting
itu sendiri.
Proses untuk mencapai kesadaran ini dapat dilakukan secara mandiri jika orang tua memahami dan mampu memperbaikinya.
Namun, Alva menekankan bahwa bantuan profesional akan sangat membantu.
Dengan parenting berkesadaran, orang tua diharapkan dapat menempatkan diri dengan tepat, menghormati peran sekolah, dan mendukung tindakan pendisiplinan yang konstruktif bagi anak.
(*Drw)
Tag:
#orang tua lapor guru
#hukuman siswa
#parenting berkesadaran
#luka batin
#psikologi anak
#disiplin sekolah
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.