faktakalbar

Tuntut Penangkapan Rizky Kabah, Ormas Dayak Ancam Bertindak Sendiri jika Proses Hukum Lambat

Penulis: Redaksi Saturday, 20 September 2025 📖 2 menit
Tuntut Penangkapan Rizky Kabah, Ormas Dayak Ancam Bertindak Sendiri jika Proses Hukum Lambat
Faktakalbar.id, PONTIANAK - Sejumlah Ormas dan Organisasi Kepemudaan (OKP) Dayak mendatangi Polda Kalimantan Barat , mendesak pihak kepolisian segera menangkap kreator konten Rizky Kabah, Kamis (18/09/2025) Mereka mengancam akan bertindak sendiri jika penanganan kasusnya dianggap lambat. Baca Juga:   Gabungan Ormas Dayak Kompak, Serahkan Bukti dan Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Rizky Kabah Perwakilan Ormas dan OKP Dayak mengatakan, mereka sudah benar-benar geram dengan ulah Rizky Kabah. Ia tidak hanya dianggap menghina masyarakat Dayak, tetapi juga mengolok-olok organisasi yang sedang berjuang mencari keadilan. "Kami terus terang, kami sakit hati dikatakan segerombolan monyet. Kalau Rizky Kabah tidak segera ditangkap, kami monyet dari kampung ini yang akan menangkap," kata Serva, Wakil Ketua Mangkok Merah, saat ditemui di Polda Kalbar. Serva menambahkan, situasi di luar semakin memanas akibat ulah Rizky Kabah yang bukannya meminta maaf malah kembali mengolok-olok. "Saya ingin menegaskan di sini kepada Polda, pada jajaran semua, kami sudah panas. Jujur saja," tegasnya. Sementara itu, Ketua Umum Mangkok Merah, Iyen Bagago, mengatakan Rizky Kabah semakin menantang setelah dilaporkan ke Polda Kalbar. "Di media sosial dia, bahkan seolah-olah menantang. Bilang gerombolan orang utan yang kalah dengan satu boti. Jangan sampai orang utan ini marah, mengamuk," kesal Iyen. Menanggapi hal tersebut, Kanit 3 Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Kalbar, Edi Tulus Wianto, menyampaikan perkembangan laporan polisi terkait dugaan penghinaan tersebut. Menurutnya, penyidik sudah menaikkan status aduan menjadi laporan polisi dan berkoordinasi dengan saksi ahli. "Jadi, kami sudah berkoordinasi dengan banyak ahli terkait hal ini," kata Edi. Baca Juga:   Soal Konten Rizki Kabah Hina Suku Dayak, Wagub Kalbar: Berhati-hati Bicara di Ruang Publik “Mulutmu Harimaumu” Ia menambahkan, gelar perkara sudah dilakukan dan kasus akan segera ditingkatkan ke penyidikan. "Artinya apa, kami akan segera memintai keterangan ahli dan pemanggilan Rizky Kabah. Ini sudah terjadwal," tutupnya. Di sisi lain, Rizky Kabah sempat mengunggah video klarifikasi di akun TikTok @riezky.kabah. Ia mengaku tidak bersalah dan tidak akan meminta maaf. Menurutnya, konten yang dibuat memang mengulas sejarah praktik perdukunan masyarakat Dayak berdasarkan referensi resmi. "Dihujat lagi nih gue gara-gara video Dayak? Gue bikin video sejarah Dayak itu ya, berdasarkan narasumber dari Google dan museum, kaya Museum Kalimantan Barat. Gue tidak menyebarkan hoaks, gue ngomong sesuai fakta," ujarnya dalam video klarifikasi. Dalam video tersebut, Rizky juga menegaskan pernyataan tentang Rumah Radakng yang sempat viral hanyalah bagian dari penjelasan sejarah. "Rumah Radakng asli itu adanya di pedalaman, ditempati kepala suku Dayak Kanayatn. Sudah pasti ada dukunnya untuk melindungi warga dari musuh. Sementara yang ada di kota itu hanya ikon pariwisata. Jadi jangan samakan," jelasnya. (ra)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK