faktakalbar

Otak Sering 'Blank' di Usia Muda? Ahli Harvard Ungkap Makanan Wajib Agar Tak Cepat Pikun

Penulis: Redaksi Tuesday, 11 November 2025 📖 2 menit
Otak Sering 'Blank' di Usia Muda? Ahli Harvard Ungkap Makanan Wajib Agar Tak Cepat Pikun
Faktakalbar.id, LIFESTYLE - Merasa sering lupa, sulit konsentrasi , atau otak terasa 'blank' padahal usia masih produktif? Anda tidak sendirian. Pikun dan demensia kini bukan lagi ancaman eksklusif bagi lansia. Gaya hidup modern dan pola makan yang salah bisa mempercepat penurunan daya ingat. Kabar baiknya, menjaga "kebugaran" otak bisa dimulai dari piring makan Anda. Baca Juga:  Lupa Taruh Kunci vs Lupa Fungsi Kunci: Kenali Beda Pikun Wajar dan Gejala Demensia Seorang ahli nutrisi dari Harvard Uma Naidoo seorang dokter menegaskan bahwa kesehatan otak sangat bergantung pada apa yang kita konsumsi sehari-hari. Menurutnya, makanan dengan nutrisi spesifik dapat melindungi sel-sel saraf, menjaga fokus tetap tajam, dan mencegah penurunan fungsi kognitif di kemudian hari. Melansir dari berbagai sumber, para ahli nutrisi, termasuk Naidoo, menyoroti tiga kelompok nutrisi utama yang berperan sebagai pelindung saraf: Antioksidan: Nutrisi ini berfungsi sebagai tameng yang memerangi radikal bebas, molekul jahat yang dapat merusak dan membunuh sel-sel otak. Vitamin B: Vitamin ini sangat krusial untuk mendukung fungsi dasar sel otak agar tetap bekerja optimal. Asam Lemak Tak Jenuh Ganda: Nutrisi ini, terutama Omega-3, sangat penting karena membantu mendorong pertumbuhan sel-sel otak baru. Lalu, makanan apa yang harus dikonsumsi? Uma Naidoo secara spesifik menyarankan untuk fokus pada asupan Omega-3. Asam lemak esensial ini adalah "makanan" utama bagi otak. Anda bisa mendapatkan Omega-3 dari ikan berlemak yang ditangkap di alam liar seperti ikan teri, sarden, dan salmon liar. Salmon liar, khususnya, memiliki kadar EPA dan DHA (jenis Omega-3) yang sangat tinggi dan bermanfaat untuk kesehatan kognitif. Bagi seorang vegetarian, jangan khawatir. Asupan Omega-3 bisa didapat dari sumber nabati, seperti: Biji chia Biji wijen Kenari Biji rami Selain Omega-3, Naidoo juga merekomendasikan telur organik dan kunyit. Ia menyarankan untuk menambahkan sejumput lada hitam saat mengonsumsi kunyit untuk mengoptimalkan penyerapannya dan dampaknya bagi kesehatan otak. Penting untuk diingat, makanan sehat bukanlah satu-satunya faktor. Pola makan bergizi harus didukung oleh gaya hidup sehat secara keseluruhan. Kombinasi nutrisi yang baik, olahraga teratur, tidur yang cukup, manajemen stres yang baik, dan hubungan sosial yang sehat merupakan paket lengkap untuk mencegah kondisi seperti demensia dan menjaga otak tetap tajam hingga usia tua. Baca Juga:  Kebiasaan Sederhana yang Membuat Anda Tampak Lebih Muda (*Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK