faktakalbar

KPK OTT Wali Kota Madiun Maidi Terkait Korupsi

Penulis: Redaksi Tuesday, 20 January 2026 📖 1 menit
KPK OTT Wali Kota Madiun Maidi Terkait Korupsi
Faktakalbar.id, NASIONAL - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Kota Madiun, Jawa Timur, Senin (19/1/2026). Dalam operasi senyap tersebut, tim penyidik mengamankan Wali Kota Madiun, Maidi , bersama 14 orang lainnya. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi kegiatan penyelidikan tertutup tersebut. Ia menjelaskan bahwa tim KPK mengamankan total 15 orang di wilayah Madiun. Baca Juga:  Buru Bukti Korupsi Bauksit, Kejati Kalbar Geledah Kantor PT DSM di Sanggau Sebanyak 9 orang di antaranya, termasuk Wali Kota Maidi, langsung menjalani pemeriksaan lanjutan di Jakarta. "Peristiwa tertangkap tangan ini diduga terkait dengan fee proyek dan dana CSR di wilayah Kota Madiun," ujar Budi dalam keterangan tertulisnya kepada awak media. Pantauan di lokasi menunjukkan Wali Kota Maidi tiba di Gedung Merah Putih KPK pada Senin malam sekitar pukul 22.36 WIB. Maidi tampak mengenakan jaket biru dan topi hitam saat memasuki lobi gedung. Ia memberikan pernyataan singkat kepada wartawan yang telah menunggunya sebelum masuk ke ruang pemeriksaan. "Saya tidak pernah lelah membangun Kota Madiun. Kalau ada kekurangan, doakan saja," ucap Maidi singkat kepada wartawan. Sita Uang Ratusan Juta Rupiah Selain mengamankan Maidi, KPK turut membawa Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Madiun, Thariq Megah. Penyidik juga menyita barang bukti berupa uang tunai senilai ratusan juta rupiah yang diduga kuat sebagai bagian dari komitmen fee proyek infrastruktur. KPK saat ini sedang mendalami aliran dana dari pihak rekanan serta penggunaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang diduga menyimpang. Baca Juga:  Pejabat Pajak Kena OTT, Menkeu Purbaya: Kami Beri Pendampingan Hukum Tanpa Intervensi Sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang terjaring OTT tersebut. Hingga Selasa pagi (20/1), pemeriksaan intensif masih berlangsung di markas lembaga antirasuah. Aktivitas di Balai Kota Madiun terpantau lengang pasca-penangkapan orang nomor satu di kota tersebut. (*Sari)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK