Padukan Cita Rasa Padang-Melayu, Pusaka Minang & Garagara Coffee Siapkan Sensasi Makan di Hutan Tropis
Faktakalbar.id, PONTIANAK
– Industri kuliner di Kota Pontianak kembali diramaikan dengan kehadiran destinasi baru yang menawarkan konsep unik.
Pusaka Minang & Garagara
Coffee
resmi menggelar
Grand Opening
di Jalan Gusti Hamzah (Pancasila) No. 18, Sungai Bangkong, Kecamatan Pontianak Kota, Kamis (5/2/2026).
Tempat ini menawarkan perpaduan tak biasa, yakni menyandingkan kelezatan
otentik
Nasi Padang dengan budaya "ngopi" yang kental di Pontianak.
Owner
Pusaka Minang & Garagara
Coffee
,
Edi Hartono
, mengungkapkan bahwa konsep bisnis ini lahir dari keinginan untuk mengombinasikan budaya Sumatera dengan kearifan lokal Pontianak yang didominasi budaya Melayu.
"Pusaka Minang itu sebenarnya terinspirasi karena mayoritas penduduk kita di Kota Pontianak ini Melayu. Jadi saya mengombinasikan dari Padang-nya Sumatera dengan Melayu-nya kita di Kota Pontianak. Supaya ada kombinasinya, makanya terciptalah Pusaka Minang ini," ujar Edi di sela-sela acara
Grand Opening
.
Baca Juga:
Taman Sekayam Diubah Jadi Coffee Shop, APH Diminta Bertindak, Ini Penjelasan Bupati
Edi berani mengambil langkah berbeda dengan menyatukan dua entitas yang biasanya terpisah. Menurutnya, kebiasaan masyarakat yang gemar meminum kopi setelah makan berat menjadi peluang yang ia tangkap.
"Sebelumnya kan belum pernah ada orang memadukan nasi padang dengan kopi. Saya berani
challenge
ini. Karena orang biasanya cenderung kalau habis makan nasi, pasti mau kopi. Jadi terpikir dari itu, saya padukan dua-duanya," jelasnya.
Hadirkan Konsep Hutan Tropis
Tak hanya soal rasa, Edi juga membocorkan rencana besar pengembangan area belakang restorannya yang disebut sebagai
masterpiece
. Ia tengah membangun area makan dengan konsep hutan tropis yang eksotis.
"Nanti
masterpiece
-nya itu ada di gedung belakang, sekarang lagi proses pembangunan. Jadi saya mau
create
, menciptakan suasana bisa makan nasi padang di hutan tropis, bisa ngopi di hutan tropis," tutur Edi.
Ia menambahkan, area tersebut nantinya akan ditanami berbagai tanaman eksotis khas Kalimantan Barat, baik di area terbuka maupun di dalam ruangan berpendingin udara (
AC
).
"Di hutan tropis itu nanti akan saya tanam tanaman kita yang di Kalbar ini yang lebih eksotis. Ada yang ruang
AC
, jadi hutan itu di dalam ruangan
AC
juga ada di luar ruangan," paparnya.
Menu Andalan: Kopi Sengkit dan Ayam Pop
Dari sisi menu, Garagara
Coffee
menghadirkan inovasi minuman yang mengangkat komoditas lokal, yakni Kopi Sengkit.
"Kalau kopi, tadi saya sudah sampaikan bahwa kopi hitam atau
Americano
, saya campur dengan sengkit (jeruk kecil). Nah, itu salah satu keunikan khasnya kita, karena kita Pontianak dikenal sebagai penghasil jeruk kecil. Jadi saya kombinasi dengan kopi," ungkap Edi.
Sementara untuk menu makanan berat, Pusaka Minang tetap mempertahankan menu-menu favorit pecinta masakan Padang dengan penyesuaian lidah lokal.
"Kalau makanan sih umum ya, Nasi Padang. Cenderung kita Ayam Pop-nya yang paling enak, Gulai Kepala Ikan juga favorit, terus Ayam Goreng Kering-nya juga favorit. Paling cita rasanya cenderung (disesuaikan) ke kita di Kalbar," pungkasnya.
Baca Juga:
Jadi Tuan Rumah Coffee Morning KDEKS, Bank Kalbar Siap Dorong Ekosistem Ekonomi Syariah
(Mira)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.