faktakalbar

Padukan Cita Rasa Padang-Melayu, Pusaka Minang & Garagara Coffee Siapkan Sensasi Makan di Hutan Tropis

Penulis: Redaksi Friday, 06 February 2026 📖 2 menit
Padukan Cita Rasa Padang-Melayu, Pusaka Minang & Garagara Coffee Siapkan Sensasi Makan di Hutan Tropis
Faktakalbar.id, PONTIANAK – Industri kuliner di Kota Pontianak kembali diramaikan dengan kehadiran destinasi baru yang menawarkan konsep unik. Pusaka Minang & Garagara Coffee resmi menggelar Grand Opening di Jalan Gusti Hamzah (Pancasila) No. 18, Sungai Bangkong, Kecamatan Pontianak Kota, Kamis (5/2/2026). Tempat ini menawarkan perpaduan tak biasa, yakni menyandingkan kelezatan otentik Nasi Padang dengan budaya "ngopi" yang kental di Pontianak. Owner Pusaka Minang & Garagara Coffee , Edi Hartono , mengungkapkan bahwa konsep bisnis ini lahir dari keinginan untuk mengombinasikan budaya Sumatera dengan kearifan lokal Pontianak yang didominasi budaya Melayu. "Pusaka Minang itu sebenarnya terinspirasi karena mayoritas penduduk kita di Kota Pontianak ini Melayu. Jadi saya mengombinasikan dari Padang-nya Sumatera dengan Melayu-nya kita di Kota Pontianak. Supaya ada kombinasinya, makanya terciptalah Pusaka Minang ini," ujar Edi di sela-sela acara Grand Opening . Baca Juga:  Taman Sekayam Diubah Jadi Coffee Shop, APH Diminta Bertindak, Ini Penjelasan Bupati Edi berani mengambil langkah berbeda dengan menyatukan dua entitas yang biasanya terpisah. Menurutnya, kebiasaan masyarakat yang gemar meminum kopi setelah makan berat menjadi peluang yang ia tangkap. "Sebelumnya kan belum pernah ada orang memadukan nasi padang dengan kopi. Saya berani challenge ini. Karena orang biasanya cenderung kalau habis makan nasi, pasti mau kopi. Jadi terpikir dari itu, saya padukan dua-duanya," jelasnya. Hadirkan Konsep Hutan Tropis Tak hanya soal rasa, Edi juga membocorkan rencana besar pengembangan area belakang restorannya yang disebut sebagai masterpiece . Ia tengah membangun area makan dengan konsep hutan tropis yang eksotis. "Nanti masterpiece -nya itu ada di gedung belakang, sekarang lagi proses pembangunan. Jadi saya mau create , menciptakan suasana bisa makan nasi padang di hutan tropis, bisa ngopi di hutan tropis," tutur Edi. Ia menambahkan, area tersebut nantinya akan ditanami berbagai tanaman eksotis khas Kalimantan Barat, baik di area terbuka maupun di dalam ruangan berpendingin udara ( AC ). "Di hutan tropis itu nanti akan saya tanam tanaman kita yang di Kalbar ini yang lebih eksotis. Ada yang ruang AC , jadi hutan itu di dalam ruangan AC juga ada di luar ruangan," paparnya. Menu Andalan: Kopi Sengkit dan Ayam Pop Dari sisi menu, Garagara Coffee menghadirkan inovasi minuman yang mengangkat komoditas lokal, yakni Kopi Sengkit. "Kalau kopi, tadi saya sudah sampaikan bahwa kopi hitam atau Americano , saya campur dengan sengkit (jeruk kecil). Nah, itu salah satu keunikan khasnya kita, karena kita Pontianak dikenal sebagai penghasil jeruk kecil. Jadi saya kombinasi dengan kopi," ungkap Edi. Sementara untuk menu makanan berat, Pusaka Minang tetap mempertahankan menu-menu favorit pecinta masakan Padang dengan penyesuaian lidah lokal. "Kalau makanan sih umum ya, Nasi Padang. Cenderung kita Ayam Pop-nya yang paling enak, Gulai Kepala Ikan juga favorit, terus Ayam Goreng Kering-nya juga favorit. Paling cita rasanya cenderung (disesuaikan) ke kita di Kalbar," pungkasnya. Baca Juga:  Jadi Tuan Rumah Coffee Morning KDEKS, Bank Kalbar Siap Dorong Ekosistem Ekonomi Syariah (Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK