Panduan Olahraga Saat Ramadan 1447 H: Kenali Metode Talk Test untuk Mengukur Intensitas Latihan Agar Tubuh Tetap Bugar
Faktakalbar.id, LIFESTYLE –
Berolahraga saat menjalankan ibadah puasa tetap dianjurkan untuk menjaga kebugaran. Namun, banyak orang yang keliru dalam menentukan porsi latihan sehingga tubuh justru menjadi lemas atau berisiko cedera.
Dokter spesialis kedokteran
olahraga
dari RS Pondok Indah Bintaro Jaya, dr. Risky Dwi Rahayu, M.Gizi, Sp.K.O, menegaskan bahwa kunci utama
olahraga
saat Ramadan bukan pada durasi, melainkan pada pengaturan intensitas yang tepat.
“Yang paling penting itu intensitasnya, bukan sekadar lamanya olahraga,” ujar dr. Risky dalam keterangannya, Rabu (18/2/2026).
Apa Itu Metode Talk Test?
Untuk mengukur apakah
olahraga
Anda masih dalam batas aman tanpa alat khusus, dr. Risky menyarankan metode sederhana bernama
talk test
. Metode ini menilai kemampuan seseorang berbicara saat sedang beraktivitas fisik:
Intensitas Sedang (Direkomendasikan): Anda masih bisa berbicara dalam satu kalimat panjang tanpa terengah-engah, tetapi sudah tidak mampu lagi untuk bernyanyi.
Intensitas Tinggi (Berbahaya saat Puasa): Napas sudah sangat sesak (
ngos-ngosan
) hingga sulit untuk berbicara.
“Kalau sudah
ngos-ngosan
, biasanya intensitasnya sudah lewat dari yang dianjurkan saat puasa,” jelas dr. Risky.
Mengapa Harus Intensitas Sedang?
Saat berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan nutrisi dan cairan selama belasan jam.
Olahraga
intensitas tinggi dalam kondisi perut kosong berisiko membuat tubuh membakar protein dari otot sebagai sumber energi, bukan hanya lemak. Selain itu, intensitas berlebih dapat memicu dehidrasi parah dan kelelahan kronis.
Baca Juga:
Tanya Jawab Seputar Olahraga Saat Puasa Paling Sering Dicari
Penggunaan teknologi seperti
smartwatch
juga sangat membantu. Dokter menyarankan untuk menjaga detak jantung di Zona 2 atau Zona 3 yang merepresentasikan intensitas sedang.
Durasi dan Tanda Bahaya
Meskipun intensitas sudah dijaga, durasi tetap harus terkontrol. Batas waktu yang disarankan adalah 30 hingga 60 menit. Jika Anda merasakan gejala berikut, segera hentikan latihan:
Pusing atau kliyengan.
Tubuh terasa sangat lemas.
Sulit fokus atau konsentrasi menurun.
Jantung berdebar kencang tidak terkontrol.
Tujuan utama
olahraga
di bulan Ramadan adalah untuk mempertahankan kesehatan dan kebugaran, bukan untuk mengejar performa atletik maksimal atau memaksakan target fisik yang berat.
Baca Juga:
Tips Olahraga Saat Puasa Agar Tetap Bugar
Dengan pengaturan yang tepat, tubuh akan tetap bugar tanpa mengganggu kelancaran ibadah puasa.
(*Drw)
Tag:
#Intensitas Olahraga
#Talk Test
#dr Risky Dwi Rahayu
#Olahraga Saat Puasa
#Ramadan 1447 H
#gaya hidup sehat
#tips kesehatan
#kebugaran
#Dehidrasi
#Berita Kesehatan 2026
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.