Panen Prestasi Lingkungan, Pontianak Raih Penghargaan Adiwiyata 2025: Bukti Sukses 141 Sekolah
Faktakalbar.id, PONTIANAK –
Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak
kembali membuktikan komitmennya dalam mewujudkan pembangunan berwawasan lingkungan.
Prestasi terbaru ditorehkan dengan diraihnya Penghargaan Adiwiyata Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) Tahun 2025.
Baca Juga:
Tumbangkan Bulog 9-7, Duet Yusnaldi-Budi Bawa Pemkot Pontianak Juara Tenis Pelti se-Kalbar
Penghargaan tersebut diserahkan langsung dalam acara yang digelar di
Hotel Golden Tulip
, Kamis (18/12/2025).
Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Kota Pontianak, Ismail, yang hadir mewakili Wali Kota Pontianak, menerima penghargaan tersebut dari Gubernur Kalbar,
Ria Norsan
.
Ismail menegaskan bahwa capaian ini bukan sekadar seremonial, melainkan bukti keseriusan Pemkot dalam mengintegrasikan pendidikan lingkungan ke dalam kurikulum sekolah.
Cetak 141 Sekolah Peduli Lingkungan
Tahun 2025 menjadi tahun panen prestasi bagi sekolah-sekolah di Pontianak.
Tercatat, sebanyak sembilan sekolah meraih predikat Adiwiyata tingkat kota, sepuluh sekolah di tingkat provinsi, tiga sekolah menembus tingkat nasional, dan dua sekolah berhasil mencapai tingkat tertinggi, yakni Adiwiyata Mandiri.
Baca Juga:
Lulus “Sekolah Hutan”, Badul, Korwas, dan Asoka Akhirnya Pulang ke Rimba Bukit Baka Bukit Raya
Secara akumulatif sejak tahun 2010, Kota Pontianak kini telah memiliki total 141 Sekolah Adiwiyata yang tersebar di berbagai jenjang.
“Capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor agar semakin banyak sekolah yang berwawasan lingkungan,”
ujar Ismail.
Bukan Sekadar Penghargaan
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak, Syarif Usmulyono, menambahkan bahwa inti dari program ini adalah pembentukan karakter generasi muda, bukan hanya mengejar piagam.
“Melalui Adiwiyata, kami mendorong sekolah untuk membangun kebiasaan ramah lingkungan yang berkelanjutan, mulai dari pengelolaan sampah, penghematan energi dan air,”
jelas Syarif.
Hal senada disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak, Sri Sujiarti.
Menurutnya, sinergi antara DLH, Disdikbud, dan warga sekolah menjadi kunci utama keberhasilan ini.
Ke depan, pendampingan akan terus diperkuat agar semakin banyak sekolah yang naik ke jenjang Adiwiyata Mandiri.
(Ra)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.