faktakalbar

Pangkalan Elpiji Masih Jual di Atas HET, Bagaimana Pengawasan Pemerintah Sambas?

Penulis: Redaksi Wednesday, 17 September 2025 📖 1 menit
Pangkalan Elpiji Masih Jual di Atas HET, Bagaimana Pengawasan Pemerintah Sambas?
Faktakalbar.id, SAMBAS – Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan ( Diskumindag ) Kabupaten Sambas kembali menemukan pangkalan elpiji 3 kilogram yang menjual di atas harga eceran tertinggi (HET). Kepala Bidang Perdagangan Diskumindag Sambas , Suparno , menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam. Pengawasan dan pembinaan terus dilakukan, baik terhadap agen maupun pangkalan yang terbukti melanggar aturan. “Ada pangkalan yang menjual di atas HET, kami masih melakukan pembinaan, baik kepada agen maupun pangkalan,” kata Suparno , Selasa (16/9/2025). Baca Juga:   Kasus Pencabulan di Sambas: Polisi Amankan Pelaku, Korban Alami Kekerasan Seksual Sejak April 2024 Meskipun ada pelanggaran harga, ia memastikan ketersediaan elpiji 3 kg di Sambas tetap terkendali. Berdasarkan pemantauan selama dua bulan terakhir, stok gas melon tidak mengalami kelangkaan. “Selama dua bulan ini kami keliling, gas tetap ada dijual di toko sembako. Itu indikator kalau gas tidak langka,” jelasnya. Suparno menambahkan, Pemerintah Kabupaten Sambas sebenarnya telah mengusulkan kebutuhan elpiji subsidi sebanyak 31 ribu metrik ton, tetapi pemerintah pusat hanya menyetujui sekitar 14 ribu metrik ton atau kurang dari separuhnya. “Kita usulkan 31 ribu lebih metrik ton, tapi kuota yang kita terima 14 ribu metrik ton. Jadi, tidak sampai separo,” ungkapnya. Untuk itu, Diskumindag Sambas akan memperketat pengawasan distribusi elpiji 3 kg agar penyalurannya tepat sasaran dan masyarakat tidak terbebani harga di atas ketentuan pemerintah. (DNS)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK