Pangkalan Elpiji Masih Jual di Atas HET, Bagaimana Pengawasan Pemerintah Sambas?
Faktakalbar.id, SAMBAS
– Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (
Diskumindag
) Kabupaten Sambas kembali menemukan pangkalan elpiji
3 kilogram
yang menjual di atas harga eceran tertinggi (HET).
Kepala Bidang Perdagangan
Diskumindag Sambas
,
Suparno
, menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam.
Pengawasan dan pembinaan terus dilakukan, baik terhadap agen maupun pangkalan yang terbukti melanggar aturan.
“Ada pangkalan yang menjual di atas HET, kami masih melakukan pembinaan, baik kepada agen maupun pangkalan,” kata
Suparno
, Selasa (16/9/2025).
Baca Juga:
Kasus Pencabulan di Sambas: Polisi Amankan Pelaku, Korban Alami Kekerasan Seksual Sejak April 2024
Meskipun ada pelanggaran harga, ia memastikan ketersediaan
elpiji 3 kg
di Sambas tetap terkendali.
Berdasarkan pemantauan selama dua bulan terakhir, stok
gas melon
tidak mengalami kelangkaan.
“Selama dua bulan ini kami keliling, gas tetap ada dijual di toko sembako. Itu indikator kalau gas tidak langka,” jelasnya.
Suparno menambahkan, Pemerintah Kabupaten Sambas sebenarnya telah mengusulkan kebutuhan elpiji subsidi sebanyak
31 ribu
metrik ton, tetapi pemerintah pusat hanya menyetujui sekitar
14 ribu metrik ton
atau kurang dari separuhnya.
“Kita usulkan 31 ribu lebih metrik ton, tapi kuota yang kita terima 14 ribu metrik ton. Jadi, tidak sampai separo,” ungkapnya.
Untuk itu, Diskumindag Sambas akan memperketat pengawasan distribusi
elpiji 3 kg
agar penyalurannya tepat sasaran dan masyarakat tidak terbebani harga di atas ketentuan pemerintah.
(DNS)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.